Don't Miss
Home / Kajian Islam / Ketika yang disayang Menjadi Ujian
Ketika yang disayang Menjadi Ujian

Ketika yang disayang Menjadi Ujian

“Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At- Taghabun: 14)

ibu-dan-anak

Husain Muhammad Syamir menjalaskan bahwasanya Istri dan anak merupakan cobaan bagi suami. Terkadang seorang suami sibuk mengurusi hal itu dan melalaikan keta’atan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Apalagi sampai membuat seorang suami sibuk kepada kebathilan. Berapa kaum pria yang berpaling dari keta’atan dikarenakan anak dan istrinya. Ole karena itu hendaknya seorang pria mencari seorang istri yang sholihah, yang dapat membantunya dalam urusan dunia dan agamanya. Dunia hanyalah kenikmatan sementara, karena sebaik-baik kenikmatan dunia adalah wanita sholihah.

Dalam bukunya “31 Sebab Lemahnya Iman”, disebutkan perkataan Ibnu Abbas tentang ayat di atas. “Ayat ini diturunkan di kota Madinah berkenaan dengan kejadian yang dialami ‘Auf bin Malik al-Asyja’i.” disebutkan oleh ath-Thabari dari Atha bin Yasar, ia berkata, “Bahwa surat at-Taghabun secara keseluruhan diturunkan di kota Makkah kecuali ayat dengan artinya, “Hai orang-oang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu…” dan seterusnya, ayat ini diturunkan berkenaan dengan ‘Auf bin Malik al-Asyja’I, seorang pria yang memiliki istri dan seorang anak, jika ‘Auf hendak pergi berperang, maka keluarganya menangis sambil berkata kepadanya, ‘kepada siapa engkau titipkan kami?’ maka hati ‘Auf menjadi iba lalu ia tidak pergi berperang.”

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al- Anfal: 28)

Ibnu Katsir berkata, “Maksudnya sebagai ujian dan cobaan dari Allah kepadamu, maka jika Allah memberikan semua itu kepada mu agar Allah mengetahui agar kaamu bersyukur kepada Allah, ataukah kamu sibuk dengan mereka dan rela dengan tawaran mereka daripada perintah Allah.”

Sataf pengajar Madrasah Tahfizh al-Qur’an di al-Khumais ini juga mengutip perkataan Ibnu Taimiyah, “Jika hati seorang pria tertambat pada seorang wanita walaupun wanita itu halal baginya (istrinya), maka hati  pria itu akan menjadi tawanan wanita itu, saat itu wanita menguasai diri suami dan dapat berbuat sekehendaknya, sementara hakikatnya pria adalah tuannya, karena pria itu adalah suaminya.”

Oleh : Mahrun Nisa’

About uce

maju terus pantang mundur! aku mah gitu orangnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top