Don't Miss
Home / Kajian Islam / Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyah

Saudara adalah hubungan nasab (keturunan), yang dimaksud saudara kandung adalah saudara seibu dan sebapak. Persaudaraan atau ukhuwah adalah sifat yang ada pada hubungan keturunan tersebut yang berbentuk perasaan saling menyayangi, saling membantu karena naluri dan perasaan tanggung jawab yang ikhlas. Allah membuat ketentuan bahwa orang-orang beriman itu adalah bersaudara dengan itu menyatakan bahwa hubungan aqidah …

Review Overview

0

Saudara adalah hubungan nasab (keturunan), yang dimaksud saudara kandung adalah saudara seibu dan sebapak. Persaudaraan atau ukhuwah adalah sifat yang ada pada hubungan keturunan tersebut yang berbentuk perasaan saling menyayangi, saling membantu karena naluri dan perasaan tanggung jawab yang ikhlas. Allah membuat ketentuan bahwa orang-orang beriman itu adalah bersaudara dengan itu menyatakan bahwa hubungan aqidah mempunyai hubungan yang rapat sama seperti saudara nasab, dengan tujuan timbul rasa persaudaraan, yaitu saling mencintai, saling membantu dan bekerjasama diantara orang-orang beriman didalam mematuhi perintah Allah.

Firman Allah:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya: “ Berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah secara bersama-sama (berjama’ah) dan janganlah berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah melunakkan antara hati-hati kamu, maka dengan nikmat Allah itu kamu menjadi bersaudara. Padahal dahulunya kamu telah berada di tepi jurang neraka, maka Dia menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat Nya agar kamu mendapat petunjuk ” (Ali Imran 103).

ukhuwah InsanNabi Muhammad saw diutus Allah untuk menghubungkan manusia terhadap Maha Penciptanya, yaitu Allah SWT, bertujuan agar manusia dapat bersatu diatas dasar aqidah yang sama, karena aqidah yang tulus dapat menjadi perekat melebihi hubungan saudara, kabilah ataupun bangsa yang menjadi kebanggaan jahiliyah.
Kehidupan masyarakat dizaman Jahiliyah yang ditandai dengan kemusyrikan dengan menyembah berbagai berhala dan berpegang kepada khurafat dan takhayul sebagai kepercayaan turun temurun dan menjadikan permusuhan dan dendam kesumat sebagai kepahlawanan dan kehormatan keluarga dan kabilah. Keadaan itu menjadikan kehidupan Jahiliah dalam suasana yang kacau balau, tiada panutan yang teguh, tiada ketentraman, tiada keamanan. Kehidupan begini berada dipinggir jurang neraka atau berada dalam ancaman neraka.
Kedatangan Islam membawa perubahan menyeluruh. Nabi Muhammad menyeru untuk meninggalkan penyembahan terhadap berhala, dengan hanya menyembah Allah, sembahan yang sebenarnya dan membawa ajaran yang benar, yaitu untuk berpegang teguh kepada ajaran Allah secara berjama’ah dibawah pimpinan seorang Rasulullah dan menjadikan semua orang beriman adalah saudara yang bertanggung jawab untuk saling menyayangi dan saling membantu dalam kerangka amar ma’ruf dan nahi mungkar. Perubahan ini perlu disyukuri sebagai nikmat dari Allah SWT dan perlu dipelihara dan tidak dirusakkan oleh kembalinya tabi’at Jahiliyah

Firman Allah:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Al Hujurat 10).

Dan Firman Allah:
فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Artinya: “Jika mereka bertaubat, mendirikan solat dan membayar zakat, maka mereka adalah saudara-saudara kamu seagama dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.( At Taubah: 11)

Kepemimpinan Rasulullah saw telah berhasil membina persaudaran dan mengukuhkan persatuan dan membebaskan ummat manusia dari penindasan para penguasa untuk menghambakan dirinya kepada Allah. Tetapi setelah Rasulullah meninggal dunia sedangkan ummat Islam bertambah banyak, tantangan yang utama adalah perpecahan diantara ummat Islam yang disebabkan masalah kepemimpinan, kembalinya sentimen kabilah dan penyelesaian masalah dengan mengikut hawa nafsu, sehingga tiga orang dari Khulafa Arrasyidin meninggal karena pembunuhan. Sungguh suatu fitnah yang besar yang ummat Islam hadapi.
Keimanan kepada Allah dan Rasul Nya yang dinyatakan dengan ikrar dua kalimah syahadat, mempunyai natijah menjadi ummat (pengikut) Rasulullah saw. Rasulullah mempunyai tanggung jawab untuk memimpin setiap pengikutnya. Sebagai ummat Islam kita juga mempunyai ikatan satu sama lain sebagai satu keluarga besar dan mempunyai hubungan satu sama lain sebagai saudara dalam Islam.
Allah memperingatkan bahwa ummat Islam itu bersaudara, yang memiliki sifat-sifat persaudaraan dengan saling menyayangi dan saling menguatkan satu sama lain, wajiblah mereka bersatu padu. Segala perselisihan faham dari sejak cetusan-cetusan kecil harus diusahakan untuk didamaikan dengan menekankan ketaqwaan kepada Allah agar dirahmati Allah.
Perbedaan faham wajar timbul dan bisa diambil hikmah, untuk itu segala perbedaan seharusnya dibincangkan dan dimusyawarahkan secara ukhuwwah. Jika dapat disatukan pendapat bersyukurlah, jika tidak maka jalan lain adalah tasamuh(toleransi), bersabar menerima perbedaan dan saling menghormati pendapat masing-masing. Itulah yang dikehendaki Allah.
Kepribadian Rasulullah saw yang disukai Allah karena sifatnya yang lemah lembut terhadap para sahabatnya, sifat itulah yang menjadi perekat kesetiaan para sahabat terhadapnya, maka Allah menekankan lagi kelembutan itu dengan sikap pemaaf, dan banyak beristighfar untuk ummat dan mengutamakan bermusyawarah dalam segala urusan ummat yang tidak diatur didalam syari’ah. Firman Allah:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya : “ Maka karena rahmat dari Allah, engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka, sekiranya engkau berlaku kasar dan berhati keras tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.

Maka ma’afkanlah mereka dan mohonkan ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam sesuatu urusan. Maka apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal.(Ali Imran 159).
Rasulullah saw senantiasa tersenyum, dan menganjurkan ummatnya untuk senantiasa tersenyum, sehingga mensifatkan bahwa senyuman itu sodaqoh, Rasulullah tidak pernah meninggikan suara ketika berbicara kecuali dalam khutbah, apalagi meninggikan suara karena marah, Allah mensifatkan suara keras itu seperti suara keledai. Rasulullah sangat pemaaf, sampai kepada orang yang berniat membunuhnya, karenanya banyak kasus seseorang masuk Islam justru karena pemaafnya Rasulullah saw.
Sikap pemaaf menghasilkan jiwa besar, lapang dada, bebas dari tekanan, disegani dan disukai orang. Memarahi seseorang dapat mengakibatkan orang sakit hati, dendam kesumat dan perpecahan. Cara menyadarkan seseorang dengan menegur secara baik, memberi penjelasan mengapa ditegur dan membimbing untuk memperbaiki kesalahannya. -bersambung-

Oleh: Abu Harris Shuhada

Editor : Snow White

Saudara adalah hubungan nasab (keturunan), yang dimaksud saudara kandung adalah saudara seibu dan sebapak. Persaudaraan atau ukhuwah adalah sifat yang ada pada hubungan keturunan tersebut yang berbentuk perasaan saling menyayangi, saling membantu karena naluri dan perasaan tanggung jawab yang ikhlas. Allah membuat ketentuan bahwa orang-orang beriman itu adalah bersaudara dengan itu menyatakan bahwa hubungan aqidah …

Review Overview

0

About uce

maju terus pantang mundur! aku mah gitu orangnya

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top