Don't Miss
Home / Islam Indonesia / Analisa Sejarah Pergerakan Islam Dan Strategi Menyongsong Masa Depan
Analisa Sejarah Pergerakan Islam  Dan Strategi Menyongsong  Masa Depan

Analisa Sejarah Pergerakan Islam Dan Strategi Menyongsong Masa Depan

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wassolatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiyai warmursalin wa’ala alihi waashabihi waman tabi’ahu ila yaumiddin. Firman Allah SWT:”Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap kuffar dan berkasih sayang dengan sesama mereka” (Al Fath 29). Firman Allah: “Yaitu sebahagian orang-orang yang memecah-belahkan agama mereka dan menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan bangga dengan …

Review Overview

0

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wassolatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiyai warmursalin wa’ala alihi waashabihi waman tabi’ahu ila yaumiddin.

Firman Allah SWT:”Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap kuffar dan berkasih sayang dengan sesama mereka” (Al Fath 29).

Firman Allah: “Yaitu sebahagian orang-orang yang memecah-belahkan agama mereka dan menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka”.
( Ar Rum 32).

Firman Allah: “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah nikmat Allah atas kamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hati kamu, maka dengan nikmat Allah itulah  kamu menjadi bersaudara, padahal sebelumnya kamu berada dijurang api, maka Dia telah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat Nya agar kamu mendapat petunjuk.
( Ali Imran 103).

Sabda Rasulullah SAW: “ Akan berpecah ummatku kepada 73 golongan, seluruhnya berada dineraka, kecuali satu.Bertanya seorang sahabat: ”Apakah yang satu itu ya Rasulullah”. Bersabda Rasulullah : “ Golongan yang aku dan sahabatku berada didalamnya”. (Al Hadis).

“ Ya Allah tunjukanlah kepada kami kebenaran dan kurniakan kepada kami (kekuatan) untuk mengikutinya. Dan tunjukannlah kepada kami kesesatan dan kurniakan kepada kami (kekuatan) untuk menjauhinya”.

Sebagai bahan renungan dan untuk menjadi pengajaran kita, perlu rasanya kita semak sejarah masa silam.
peta-indonesia-1

I. Kronologi Gerakan Islam vs  Gerakan  Nasional dan Sosialis

                                         ______________________________

1905 Persatuan Saudagar Batik Muslim didirikan oleh  H Jamhari

1908  Dr Wahidin Sudiro Husodo mendirikan ———————— BudiUtomo

1909 Sarikat Dagang Islam (SDI)-didirikan oleh H Samanhudi

1912 Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan

1912 Sarikat Islam(SI) Tranformsi dari SDI oleh HOS Tjokro Aminoto                                              

 1923 Soekarno keluar SI, mendirikan  Partai Nasional Indonesia (PNI)   

1926 Nahdhatul Ulama (NU), didirikan  KH Hasyim As’ari

1927 Sarikat Islam berpecah menjadi SI Putih x SI Merah

1927  SI Merah menjadi —————————– Partai Komunis Indonesia (PKI)                           

1932 Sikap Hijrah SI                                            

 1932 Partai Islam Indonesia didirikan Ir Soekiman

1936 Brosur Hijrah, SM Kartosuwiryo (SMK)

1937 H Agus Salim membawa  SI Parlementer menjadi PSII

 1937 Komite Pembela Kebenaran (KPK ) PSII, SMK

1938 H Agus Salim membentuk————–Gabungan Politik Indonesia (GAPI)

1943 Majlis Islam ‘Alaa Indonesia (MIAI)

 1944 Majlis Syuro Muslimin Indonesia (MASYUMI)                                                       

 1945 Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) Kemerdekaan RI

1947 Aksi Militer Belanda terhadap Republik Indonesia, Wilayah Republik hanya Pulau Jawa, sebagai ketentuan dari Per Linggarjati

1948  Aksi Militer Belanda Ke 2, menjadikan.  wilayah Republik tinggal 8 Kresidenan di Jawa Tengah dengan ibukota Yogyakarta ——— Per Renville

1948    Muktamar Gunung Cupu, membentuk TII

1949 Proklamasi NII             

1949   Aksi Militer Belanda ke 3,————————— Deklarasi  Rum-Royyen

1950 RIS ——————————————————– (Meja Bundar)

1950 —  ———————————————————-Kabinet MASYUMI
             Sejarah hitam hubungan NII   –  MASYUMI

1955 —————————————————————————-Pemilu 1 RI    

1959  Mencari identitas Republik Indonesia dengan menggelar Konstituante

1959 ————————————- Dekrit Presiden RI membubarkan Parlemen

1959 —————————– Masyumi menjadi partai terlarang

1961  Daud Beureu-eh menanda tangani  Perjanjian Daerah  Istimewa Aceh

1962 ——————————————DI Jawa Barat Turun dengan Pagar Betis

1960 Kahar Muzakkar bersama PRRI membuat wacana Republik Persatuan Indonesia (RPI).

1966 A Kahar Muzakkar tertangkap, ———————Darul Islam turun gunung seluruhnya.

  [Gerakan Islam terkandas karena perpecahan]

umat

II. Fakta Sejarah.

 Timbulnya gerakan politik Islam dan tantangannya.

Sarikat Islam (SI) atau Sarikat Dagang Islam (SDI) adalah pelopor gerakan kemerdekaan Indonesia yang berlandaskan Islam. Berdiri pada tahun 1905 oleh sekumpulan pengusaha batik Muslim. SI sebenarnya bertujuan memperjuangkan wujudnya Khalifah bersama-sama dengan Jamaluddin Al Afghani. SI mempunyai program memperjuangkan Khilafah Islam dalam 7 perioda, yang meletakkan kemerdekaan Indonesia sebagai titik tolaknya.

Jamaluddin dari Afghanistan ini adalah seorang ulama intelek yang menentang penjajahan Barat terhadap negeri-negeri Islam setelah kejatuhan khalifah di Bagdad. Akibatnya Jamaluddin menjadi musuh utama penjajah, walaupun beliau tidak menggunakan kekerasan dalam menentang penjajah, beliau dianggap paling berbahaya karena lidahnya dan tulisan-tulisannya, oleh karenanya beliau senantiasa keluar masuk penjara dan hidup dalam buangan di berbagai Negara seperti India, Mesir dan Prancis. Beliau sangat mendambakan kembalinya kekhalifahan Islam didunia yang akan mengangkat  kembali kedaulatan dan kehormatan Islam

Dinegeri buangan seperti Mesir beliau bahkan mendapat dukungan dari ulama terkenal, yaitu Syekh Rasyid Ridha dan Sekh Muhammad Abduh dan berhasil menerbitkan Majalah Al Urwatul wutsqo yang bertema Pan Islamisme, telah menjadi pencetus kepada gerakan politik dan` pembaharuan ummat Islam sedunia. Mesir sebagai pusat pendidikan tinggi yang menjadi tumpuan ummat Islam dari seluruh dunia yang berhampiran dengan Mekkah yang senantiasa di ziarahi ummat Islam memang sangat strategis bagi usaha Jamaluddin Afghani ini.Kegiatan Jamaluddin diketahui Inggris yang menyebabkan beliau dibuang lagi ke Eropah untuk memutuskan hubungannya dengan gerakan Islam.

Dalam kesempatan menunaikan ibadat Haji H Oemar Said Tjokroaminoto sempat berhubungan dengan Jamaluddin dan tokoh-tokoh pergerakan dari berbagai negeri ummat Islam. Sekembalinya di Indonesia beliau curahkan idea-idea barunya itu kedalam Syarikat Islam. Sebagai ulama intelek Oemar Said juga mempunyai strategi yang luwes dalam perjuangannya. Melihat keadaan Indonesia yang berada dalam cengkraman penjajah,  yang menjadi tugas beliau adalah menyemarakkan  persatuan Indonesia untuk kemerdekaan. Beliau juga mencoba mengadakan pendekatan Islam dengan Ideologi Sosialisme yang sedang berkembang di Indonesia yang menentang ideology Kapitalisme yang menyebabkan penjajahan Barat.

Oemar Said sebenarnya sangat bimbang melihat pengaruhSosialis ini karena banyak anak buahnya yang berpaling kepada Sosialisme. Beliau menulis buku “ berjudul “Islam dan Sosialisme” dengan tujuan memberi  penjelasan kepada ummat Islam bahwa sebenarnya bagi ummat Islam tidak perlu mencari-cari ideology lain untuk menentang penjajah dan untuk mengatur kehidupan manusia, sebab Islam mencukupi dengan sempurna termasuk konsep gotong royong yang ditawarkan Sosialisme.

Belanda memberi gelaran kepada Oemar Said sebagai raja Jawa tak bermahkota karena pengaruhnya yang sangat luas di Indonesia. Kewibawaan beliau sebenarnya mencukupi sebagai pelopor perjuangan politik di Indonesia, dengan kegagahan dan ketampanan beliau dan kemahiran berpidato dengan argumen-argumennya yang tidak bisa dibantah, beliau telah tampil sebagai Bapak Politik Indonesia seperti yang diabadikan dalam sejarah kebangsaan Indonesia.

Oemar Said menggariskan maksud (tujuan) Sarekat Islam adalah,

  1. Menghilangkan fikiran (kepercayaan) yang menyimpang dari agama Islam dan memajukan kehidupan menurut ajaran Islam.
  2. Berbakti kepada Allah dan melakukan amal soleh
  3. Memelihara tali percintaan sesama ummat Islam.
  4. Memperjuangkan kemerdekaan ummat.

Syarikat Islam

Pada tahun 1932 pemerintah Hindia Belanda memberi perhatian kepada gerakan politik SI. Belanda ingin memantau dan menyalurkan gerakan politik itu untuk tidak menggugat pemerintahan Hindia Belanda. Belanda menawarkan agar SI mempertimbangkan tawaran pemerintah agar SI menjadi partai politik dan menyalurkan aspirasinya melalui Volksraad (Dewan Perwakilan Rakyat) yang dibentuk pemerintah. Majlis Syuro SI mengadakan sidang khusus untuk menanggapi tawaran pemerintah penjajah tersebut dengan menyelenggarakan musyawarat Majlis Tahkim. Sidang Majlis Tahkim berlangsung di Surakarta pada tahun 1932 dengan keputusan, SI menolak kerjasama dengan pemerintah,dan mengambil sikap Hijrah.

Ir Soekiman tidak menyetujui keputusan Majlis Tahkim dan beliau menyatakan keluar dari SI dan mendirikan Partai Islam Indonesia (PII). Pengawasan dan tekanan pemerintah makin kuat, sementara ajaran demokrasi tersebar luas diseluruh dunia. Para pemimpin  perjuangan  mengerti tentang perjuangan politik melalui system pendidikah Barat, sikap hijrah susah dipahami oleh sebagian anggauta SI, terutama yang berlatar belakang pendidikan Barat. Keadaan ini menuntut diadakannya Sidang Majlis Tahkim ke 2, untuk mempertegas sikap pergerakan.

Sidang MajlisTahkim ke 2 berlangsung di Jakarta yang memutuskan sikap Hijrah dipertahankan dan diperlukan penjelasan terperinci dengan menugaskan kepada SM Kartosuwiryo untuk menulis brosur tentang sikap hijrah tersebut. Kartosuwiryo melaksanakan tugas tersebut dengan menulis brosur yang berjudul Brosur Hijrah. Dalam uraiannya Karto menekankan tentang pemahaman hijrah dengan mengambil prinsip-prinsip ajaran Islam dan memahamkan perjuangan Rasulullah SAW sebagai pola perjuangan.

Rasulullah berjuang di Mekah untuk menyemai aqidah dengan berpedoman kepada ayat-ayat Makiyah, kemudian berhijrah ke Madinah untuk keselamatan jiwa dan kelanjutan perjuangan dan berjuang di Madinah untuk melaksanakan dan mempertahankan kedaulatan Islam.

Setelah H Oemar Sa’id meninggal dunia. Perpecahan dalam tubuh SI tidak dapat dibendung. Kali ini Hj Agus Salim sebagai ketua Majlis Syura SI dan AbikusnoTjokrosuyoso sebagai presiden Lajnah Tanfidiyah memutuskan untuk merubah bentuk perjuangan dengan menjadikan SI sebagai partai politik yang dikenal dengan Partai Syarikat Islam Indonesia. (PSII) dan memecat SM Kartosuwiryo dari keanggautaan partai. Kartosuwiryo merasakan tindakan itu bertentangan dengan keputusan Majlis Tahkim, oleh karena itu beliau segera membuat tandingan dengan membentuk Komite Pembela Kebenaran (KPK) PSII.

Selanjutnya Hj Agus Salim menjalin kerjasama dengan partai-partai politik yang lain dalam wadah Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Beliau bergiat aktif dalam perjuangan kemerdekaan secara berdiplomasi. Kemahirannya bersilat lidah menjadi kebanggaan sejarah kebangsaan Indonesia. Alkisah. Pada satu ketika beliau menaiki kereta api yang banyak ditumpangi orang kulit putih, beliau dengan sengaja merokok kelembak yang berbau menusuk hidung. Orang-orang Belanda menegur sang Haji karena tidak tahan dengan bau rokoknya yang beliau hisap. Beliau membantah teguran itu dengan tenang dan mengatakan bahawa bau wangi rempah inilah yang menjadikan anda semua terpikat untuk datang dan menjajah negeri kami.

Agus Salim juga memelopori pembentukan partai gabungan ummat Islam dizaman Jepang yang dinamakan Majlis Syuro Muslimin Indonesia (MASYUMI) yang menjadi partai saingan kepada PNI Soekarno.

Dalam perkembangannya SI menjadi sasaran penyusupan berbagai Ideologi Politik yang berkembang didunia, yaitu Sosialisme| Komunisme dan Nasionalisme Sekuler disamping masih adanya usaha yang konsisten dengan dasar perjuangannya. Akibatnya kader-kader SI berpecah menjadi berbagai aliran ideology, yaitu :

 

  1. Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Ir Soekarno. Soekarno yang pernah menjadi kader dan menantu HOS Tjokroaminoto, ketika beliau tinggal di Surabaya, tetapi setelah belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) beliau menganut paham Nasional- Sosialis dari Dr Douwes Dekker  ( Multatuli). Seperti diakuinya sendiri oleh Soekarno, beliau belajar berpidato dan berpolitik dari H Oemar Said dan pegangannya kepada Sosialisme adalah dari Dr Douwes Dekker.PNI

Soekarno memang tidak mempunyai pendidikan agama, karenanya ketika merantau ke Bandung dan menumpang (kost) dirumah Inggit Garnasih, beliau mulai tergoda dengan Inggit. Inggit mempunyai suami bernama Sanoesi. Suaminya jarang berada dirumah, dia seorang pemabuk dan mempunyai banyak masalah yang menjadikan Inggit kesunyian dan mencurahkan isi hatinya kepada Soekarno anak kostnya. Sebagai jalan penyelesaian masalah rumah tangganya Inggit menuntut cerai dari suaminya yang kemudian Soekarno menikahinya dan mengantar pulang Oetari kepangkuan ayahnya H Oemar Said Tjokroaminoto.

Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia sebagi wadah perjuangannya kedepan, Beliau meminta izin Oemar Said untuk menggunakan lambang kepala banteng yang juga menjadi sebagian lambang SI masa itu. Popularitas Soekarno sebagai pejuang kebangsaan tidak bisa disangkal, beliau mewarisi kepintaran gurunya Tjokroaminoto dalam berpidato yang bersemangat, bergelombang dan tahan lama dengan idea ideanya yang memberi kepuasan kepada setiap pendengarnya. Akibatnya beliau mengalami kehidupan didalam penjara dan buangan beberapa kali.

 Dalam buangan di Bengkulu Soekarno masih mempunyai pengaruh di masyarakat, disana beliau menikahi Fatimah anak seorang tokoh Muhammadiyah. Fatimah diganti namanya menjadi Fatmawati, mungkin karena nama Fatimah cenderung kearaban atau keislaman. Fatmawati men

jadi pendamping yang utama didalam berbagai acara resmi. Soekarno juga menikahi Hartini yang ditempatkan di istana Bogor. Hartini beraliran Sosialis, tampaknya Soekarno sengaja menikahinya karena tujuan politik. Setelah kejatuhannya terbongkar rahasia perkawinan Soekarno dengan berbagai perempuan di berbagai wilayah Indonesia dan juga yang paling dikenal dengan wanita Jepang yang diberi nama Ratnasari Dewi, sebuah nama yang menunjukkan kekaguman Soekarno akan kecantikannya. Nama Soekarno dipilih ibu bapanya karena mereka mempunyai idolanya tokoh wayang Karna. Sesuai nama tokoh cerita wayang itu, Soekarno memiliki ketampanan dan kecerdikan yang digilai perempuan.

Ketika pemerintahan tentara Jepang di Indonesia memberi kesempatan berpolitik, Soekarno kembali bergiat aktif memimpin partainya PNI dan didalam Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau( BPU PKI), Soekarno menduduki posisi penting, berkat kewibawannya dalam\memperjuangkan kemerdekaan. Dalam perbincangan mengenai landasan ideal (ideology) Negara yang akan diproklamasikan Soekarno telah menyampaikan Lima Prinsip Dasar untuk Indonesia merdeka yang kemudian diberi nama Pancasila. Menurut beberapa saksi sejarah sebenarnya orang pertama menyampaikan Lima prinsip Dasar Negara ini adalah Prof Mr Muhammad Yamin.

Panitia setuju untuk membahaskan usul ini. Atas permintaan golongan Islam perkataan Ketuhanan Yang Maha Esa( sila pertama ) ditambah dengan tujuh perkataan yaitu: “Dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” telah disetujui dan ditandatangani sebagai “Piagam Jakarta”. Akan tetapi didalam sidang BPU PKI berikutnya yang dipimpin Drs Muhammad Hatta, tujuh perkataan ini dihapus atas desakan pihak Kristen.

Pancasila adalah falsafah yang menurut Soekarno digali dari pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri yang mempunyai berbagai latar belakang agama dan suku bangsa. Namun begitu sepanjang pemerintahan Sukarno Pancasila tidak mempunyai penjelasan resmi. Kegagalan kudeta PKI diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila, mendorong gagasan ideology Pancasila diperkukuhkan dan dihayati. Maka dizaman Orde Baru, DPR membentuk Panitya 7, diketuai oleh Dr Ruslan Abdul Gani yang menghasilkan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ( P4). Adapun yang menjadi sumber hukum yang utama masih peninggalan kolonial yaitu Wet book van straf rech dan Burgilijk Wet book yang dialih bahasa menjadi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata( KUHPT).

Alasan penolakan dasar Islam  yang biasa diberikan pihak sekuler adalah karena Indonesia mempunyai kepelbagaian agama dan suku bangsa, padahal Islam membedakan urusan akidah dan ibadat yang wajib diterima oleh pemeluk-pemeluknya sahaja, tetapi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamiin  juga mengatur dengan adil dan seksama masalah politik, sosial, ekonomi dan  kebudayaan bagi kemajuan masyarakat luas.. 

Sebaliknya bagi gerakan Islam, jika dasar sekuler  dan sumber hukum warisan penjajah

diterapkan  natijahnya ummat Islam yang mayoritas tidak mendapatkan haknya untuk mendapat perlindungan hukum secara Islam untuk menyelamatkan dirinya didunia dan akhirat. Perlindungan itu dalam bentuk menjadikan hukum syariat Islam baik yang bersifat perintah (wajib) ataupun larangan (haram) menjadi hukum positif yang dilaksanakan oleh pihak yang berwajib.

Para politisi Islam sebenarnya menginginkan Islam sebagai dasar Negara, karena agama Islam menuntut demikian, apalagi bagi Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, adalah menjadi haknya untuk hidup bernegara secara Islam. Percobaan menambah 7 perkataan dibelakang dasar Ketuhanan Yang Maha Esa telah gagal diperingkat awal, percobaan kedua kalinya melalui sidang Dewan Konstituante juga digagalkan oleh dekrit presiden5 Juli 1959.Demokrasi di Indonesia yang didambakan oleh para politisi Islam ternyata gagal  untuk menjadi saluran aspirasi ummat Islam.

2. Gerakan Darul Islam dan PRRI.

 gerakan darul islamBertekuk lututnya Jepang terhadap Sekutu setelah bom atum  dijatuhkan di Hirishima dan Nagasaki, dijadikan kesempatan oleh Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.Disusunlah UUD 45 untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersifat sederhana. Pada tahun 1947, sebagai pemenang Perang Dunia II, pasukan tentaraInggris yang ditumpangi Belanda datang  mendarat di Pulau Jawa dengan tujuan untukmengembalikan Indonesia sebagai jajahan Belanda. 

Inggeris menggempur pertahanan Republik, kemudian menawarkan perundingan. Pihak Republik belum sanggup membuat perlawanan yang berarti dan setuju untuk berunding. Perundingan dibuat di Linggarjati dekatCirebon yang dikenal dengan perjanjian Linggarjati, yang isinya Republik akan menyerahkan seluruh kepulauan Indonesia ketangan Belanda dan pihak Republik menguasai Pulau Jawa. Tampaknya Belanda bukan mau toleransi  kepada Republik, karena terbukti tahun berikutnya, tahun 1948 Belanda kembali menyerang Pulau Jawa dan menawarkan perundingan kedua. Kali ini perundingan diadakan diatas kapal perang Inggris yang bernama Renville, yang menghasilkan Perjanjian Renville yang isinya seluruh Indonesia dikembalikan kepada Belanda kecuali 8 Kresidenan di Jawa Tengah dengan ibu kota Yogyakarta ( dikenal dengan Demarkasi Van Mook). Konsekwensinya Republik harus mengosongkan Jawa Barat dan Jakarta untuk berpindah ke Yogyakarta.

Masih belum puas pada tahun 1949, Belanda menyerang Yogyakarta dan menawan pemerintah RI, Soekarno di buang ke Bengkulu. Ketika gencarnya serangan atas Yogyakarta, Panglima Sudirman mengajak Soekarno untuk bergerilya. Soekarno menolak dengan alasan beliau akan berjuang dengan lidahnya. Soedirman meneruskan perjuangan dengan bergeriya walaupun diatas tandu disebabkan beliau sakit. Syafrudin Prawiranegara dari Masyumi lari ke Sumatera dan mengumumkan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.(PDRI)

Pada tanggal 17 Februari 1948 terjadi Muktamar Majlis Islam di Gunung Cupu, Ciamis Jawa Barat yang membuat keputusan:

  1. Muktamar tidak setuju dengan perjanjian Renville.
  2. Muktamar memutuskan pembentukan Tentara Islam Indonesia  (TII)
  3. Ummat Islam menyatakan perlawanan dengan Tentara Belanda.

 Selanjutnya pada 7 Agustus 1949 diproklamirkan Negara Islam Indonesia oleh SM Kartosuwiryo.

Belanda menjadi bingung karena dengan diringkusnya Soekarno, kini muncul perlawanan dari dua tokoh Islam. Belanda melihat bahaya yang lebih besar kalau revolusi Indonesia lebih diwarnai Islam. Oleh karena itu Belanda segera menawarkan perundingan dengan PDRI. Belanda mengutus wakilnya Van Royyen, sedangkan Republik mengutus Muhammad Rum dari Masyumi. Hasil perundingan dikeluarkannya “Deklarasi Rum Royyen yang menyatakan kedua belah pihak setuju untuk menyelesaikan persengketaan Indonesia Belanda dengan sebuah Konferensi, dinegeri Belanda.

Konferensi Meja Bundar berlangsung tahun 1950 dengan menghasilkan beberapa rekomendasi.

  1. Membentuk Negara Republik Indonesia Serikat (RIS)
  2. Membentuk kerjasama persemakmuran Uni Indonesia Belanda
  3. Aparat Hindia Belanda baik sipil atau militer menjadi aparat Republik
  4. Hutang piutang Hindia Belanda menjadi hutang piutang Republik.
  5. Penanaman modal Belanda dan Eropah lainnya dilindungi Republik-
  6. Irian Barat untuk sementara tetap dibawah pemerintahan kolonial Belanda.
    Konferensi_Meja_Bundar

Kesimpulannya Republik Indonesia Serikat adalah Negara boneka Belanda. Pihak Republik sebagai pihak yang kalah terpaksa menerima rekomendasi itu. Soekarno mewakili Republik Indonesia Yogyakarta bernasib baik terpilih menjadi presiden Republik Indonesia Serikat yang membawahi Negara- Negara bagian yang telah dibentuk dimasa pendudukan Belanda..

Reaksi terhadp pengunduran RI ke Yogya dan KMB

Aceh yang dijuluki sebagai serambi Mekah memang terkenal kepahlawanannya dalam  menentang penjajahan menuntut agar Indonesia merdeka dilandasi aqidah Islam. Soekarno sebagai kepala Negara menjanjikan hak ummat Islam terjamin di Negara Republik dan bisa disalurkan secara demokrasi. Setelah tujuh tahun proklamasi kemerdekaan ternyata tuntutannya tidak dipenuhi. Maka pada tahun 1952 Aceh menggelar Musyawarat Ulama Seluruh Aceh (PUSA).

Musyawarat PUSA menghasilkan memorandum bahwa Aceh menuntut berlakunya Syari’at Islam, jika tuntutan tidak dipenuhi rakyat Aceh akan memberontak. Wakil presiden Muhammad Hatta datang ke Aceh menemui Tgk Daud Beureu-eh ulama besar Aceh yang menjadi gubernur militer Aceh dengan tujuan untuk membujuk agar Aceh tidak memberontak. Akan tetapi pihak Aceh tidak yakin dengan janji Hatta dan menyatakan bahawa Aceh sudah bersedia memberontak. Kesempatan itu digunakan oleh Kartosuwiryo dengan mengutus Abdul Fatah Wira Nanggapati agar Aceh mau bergabung dengan NII. Ternyata  Daud Beureu-eh menyetujuinya.

Pada tahun 1953, di Sulawesi Selatan juga satu divisi Angkatan Laut memberontak sebagai protes terhadap Rekomendasi KMB yang merasakan akibat dari diterimanya aparat militer Hindia Belanda kedalam TNI, para pejuang revolusi menjadi tersisih. Soekarno mengutus Abdu Kahar Muzakar untuk menyelidik keadaan sebenarnya. Akan tetapi Kahar malah berpihak kepada mereka dan mengepalai pemberontakan dan juga menyatakan penggabungannya dengan NII.

 Sebagai pejuang kebangsaan yang radikal Soekarno mempunyai agenda sendiri untuk melepaskan segala ikatan dengan Belanda. Lima tahun kemudian diadakan pemilihan umum (Pemilu) yang pertama, yaitu tahun 1955 dan tahu 1959 membentuk Badan Konstituante untuk mereformasi bentuk pemerintahan Republik.

Konstituante membicarakan dasar ideology Negara, partai partai sekuler memilih Pancasila sebagai dasar Negara, adapun partai-partai Islam dan beberapa partai kedaerahan dan juga partai Sosialis masa itu memilih dasar Islam.

Dengan alasan Konstituante tidak mampu membuat kesepakatan dalam tugasnya,Soekarno yang berambisi segera mengambil kesempatan menggunakan hak veto dengan mengumumkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 yang berisi

1. Menyatakkan kembali kepada UUD 1945, dengan itu kembali kepada bentuk Negara Kesatuan dan Kabinet Presidentil

2. Membubarkan DPR dan MPR hasil pemilu 1955 dan Badan Konstituante..

3. Membentuk DPRS dan MPRS (Sementara). 

Dekrit presiden itulah yang menjadi titk tolak system pemerintahan autokrasinya Soekarno, yang membangkitkan reaksi dari Partai Islam Masyumi, Partai Sosialis Indonesia dengan sokongan beberapa perwira tinggi tentara memberontak dengan membentuk Pemerintahan Revolusianer Republik Indonesai  (PRRI) yang diumumkan di Bukit Tinggi Sumatera Barat. PRRI berhasil mendapat bantuan Barat sehingga tiga kapal perang Amerika merapat di Bukit Tinggi dengan membawa peralatan senjata yang canggih.

PRRI pernah menawarkan penggabungan dengan Darul Islam dengan nama Republik Persatuan Indonesia (RPI) dan mendapat tanggapan positif dari Abdul Kahar Muzakar, tetapi berjalan sebatas wacana. Pihak RI berhasil mencegah penggabungan itu, dengan usaha Jenderal Abdul Haris Nasution berhasil membujuk bekas anak buahnya yang mendukung PRRI, untuk turun dan menyerahkan senjata yang baru diterimanya kepada pemerintah RI. Beberapa jenderal Kristen, iaitu Simbolon, Sarumpaet , Simatupang dan Warrow, dengan mudahnya ditakutkan bahwa mereka akan disunat jika PRRI berhasil. Maka dalam beberapa bulan saja lumpuhlah PRRI. Segala persenjataan modern itu sangat berguna bagi RI dalam usaha menumpaskan DI- TII (nama yang biasa digunakan dalam sejarah kebangsaan).

3. Partai Komunis Indonesia (PKI) 

PKI Partai Komunis Indonesia (PKI) yang didirikan    oleh Trio pemimpin Sarikat Islam cabang Semarang, yaitu Darsono, Alimin dan Tan Malaka, yang kemudian menganut ajaran Komunis setelah dipengaruhi oleh dua orang wartawan berbangsa Belanda yang bernama Adolf Baars dan Snevleet. Timbulnya ideology Kumunisme memang untuk menentang system Kapitalisme yang menghasilkan bentuk eksploitasi kaum buruh oleh majikan dan seterusnya berkembang menjadi ekploitasi bangsa Eropah kepada bangsa lain (penjajahan).

Komunisme yang juga dikenal dengan Marxisme Leninisme telah menjadi saingan Kapitalisme sejak revolusi Bolsevik di Rusia. Ideologi Kumunis mudah berkembang dinegeri-negeri terjajah karena sifat anti Kapitalisnya itu. Dasar perjuangan Komunisme memang revolusi, adapun partai politik dibentuk dengan tujuan sebagai wadah pengkaderan yang aman. Oleh karena itu setiap kesempatan untuk memberontak, partai Komunis tidak akan melepaskannya.

Pemberontakan Partai Komunis Indonesia yang pertama terjadi ketika Belanda kembali menduduki Indonesia. Moeso mengepalai pemberontakan itu. Pemberontakan kedua yang berbentuk kudeta, berhasil membunuh tujuh perwira tinggi TNI, termasuk panglima Angkatan Darat dan menguasai Soekarno terjadi tahun 1965 yang diketuai Kolonel Oentoeng hampir berhasil menumbangkan RI.

Komunisme memusuhi agama, dalam pemberontakan itu mereka juga bukan saja menghadapi tentara tetapi mereka merencanakan pembunuhan secara kejam terhadap ulama dan tokoh-tokoh Islam dengan mencungkil mata dan memotong kemaluan mangsanya. Perbuatan keji itu dilakukan dalam bentuk pesta gila-gila yang dipelopori Gerakan Wanita (Komunis) Indonesia (GERWANI).

Berkat pertolongan Allah, keadaan menjadi terbalik setelah massa Islam bangkit. Di daerah-daerah para ulama, tokoh-tokoh Islam dan bekas anggauta TII memimpin pertahanan kampung masing-masing di kota-kota tampil para pemuda pelajar dan mahasiswa Islam turun kejalan melakukan operasi  pembersihan ketempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan Komunis dan menangkap orang-orangnya. Gerakan Pemuda Islam kemudiannya dikordinasikan dalam bentuk Kesatuan Aksi Pemuda, Pelajar Indonesia ( KAPPI) dan Kesatuan Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Perwira TNI yang tidak menjadi target PKI adalah Brigadir Jenderal Soeharto panglima Komnando Strategi Angkatan Darat ( KOSTRAD). Kolonel Oentoeng bahkan memberi tahu kepada Soeharto tentang Gerakan 30 September yang diketuainya. Sebagai panglima KOSTRAD Soeharto memang ahli strategi yang champion. Dengan cermat dia mengatur strategi untuk mengambil kekuasaan.

Langkah pertama dia memerlukan hitam putih penyerahan kekuasaan dari presiden Soekarno yang diamankan PKI di istana Bogor. Dengan menugaskan Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Sarwo Edy untuk menembus istana Bogor. Sebagai boss RPKAD Sarwo berhasil mendapatkan sepucuk surat dari Soekarno yang disebut Surat Perintah 11 Maret (SUPER SEMAR) yang isinya memberi tugas kepada Brigjen Soeharto untuk pemulihan keamanan, yang ditindak lanjuti oleh Soeharto dengan membentuk Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (KOPKAMTIB)sebagai penguasa Negara dalam keadaan darurat yang digunakan untuk membasmi Komunis dan mengukuhkan kekuasaannya .

Soekarno sendiri dalam kungkungan PKI tampaknya tidak mengetahui keadaan sebenarnya apa yang terjadi. Melihat dari bunyi teksnya, mungkin Soekarno tidak bermaksud menyerahkan kekuasaan sepenuhnya kepada Soeharto.Tapi bagi Soeharto secarik kertas itu sudah cukup sebagai lisensi untuk bertindak apa saja sesuai dengan rencananya dan untuk tidak disebut kudeta.

Kesatuan Aksi Pemuda dihargai sebagai komponen Orde Baru dan diantara pimpinannya menjadi pendukung golkar yang utama seperti Cosmas Batu Bara, Akbar Tanjung dll. Para pimpinan DI TII juga dijadikan orang-orang penting membina golkar, seperti Danoe Muhammad Hassan bekas panglima TII, menjadi staf Assisten pribadi (ASPRI) Presiden, begitu juga para pemimpin DI ditingkat wilayah..

4. Orde Baru. orde-baru

Setelah berhasil kepuncak kekuasaan dengan terpilihnya menjadi presiden RI ke 2. Strategi berikutnya perlu ditetapkan. Dirinya dalam kedudukan pensiun dari ketentaraan perlu mendapat dukungan sepenuhnya dari pegawai negeri dan tentara disamping mengharap dukungan mayoritas rakyat untuk menjadi seorang kepala Negara yang kuat. Maka ditimbulkan gagasan Dwi Fungsi ABRI. Yang biasanya tentara dan polisi adalah hanya alat pertahanan dan keamanan Negara, demi untuk kepentingan strategik perlu diberi wewenang yang luas dalam\politik, pelaksanaannya perwira ABRI diangkat untuk mengisi 25% kursi DPR dan Pemerintahan Negara.

Untuk mendapat dukungan dari pegawai negeri. Organisasi Kepegawaian Pegawai Negeri yang bernama Sekertariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) dijadikan partai pemerintah, tetapi tidak mau disebut partai politik. Maka duet Golkar ABRI menjadi begitu serasi untuk dapat menggerakkan masyarakat mendukung pemerintah tanpa reserve. Dengan slogan ”Stop Pertarungan Ideology Golkar Akan Membangun” menjadikan pemerintah Soeharto tidak ada oposisi.

Dengan ditetapkannya Pancasila sebagai asas tunggal perbedaan ideology partai dianggap hanya akan menghambat pembangunan. Pemerintahan Soeharto selama 32 tahun tidak mendapat penentangan melalui saluran demokrasi, sehingga tidak pernah ada yang berani  mencalonkan orang lain menjadi presiden, kecuali setelah berkumandangnya reformasi pada tahun 90 an.

Perkembangan selanjutnya hubungan RI dengan Barat membaik, sehingga Barat membentuk Gabungan Negara-Negara Donatur untuk Indonesia (IGGI)yang memberi pinjaman dengan bunga rendah. Perubahan pemerintahan RI oleh Barat dipergunakan sebaik-baiknya. Di zaman Soekarno yang anti Barat, pihak Barat tidak mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan Indonesia untuk kepentingan politik dan ekonominya.

Tetapi Soeharto membuka seluas-luasnya penanaman modal Barat, yang berhasil  meningkatkan pendapatan Nasional, juga kesempatan bekerja untuk rakyat dan dominasiekonomi oleh orang-orang dekat, yaitu apa yang kemudian digelar dengan KKN ( Kroni, Kolusi dan Nepotisme) yang sangat menyolok mata..

Tomy Soeharto, anak bungsu dikabarkan memiliki 300 perusahaan dalam berbagai bidang ekonomi  dengan mempunyai 300 000 karyawan. Diantara bidang yang dikuasai kerabat presiden adalah monopoli terhadap bawang putih dan cengkeh. Cengkeh ketika harga dipasaran mencapai 12000 sekg,namun dibeli dari petani hanya dengan nilai Rp 1200, yaitu 10% dari harga pasaran.

 Group music Bimbo telah mencipta lagu yang berjudul tante Sun yang menggambarkan seorang perempuan yang ligat didalam perdagangan mulai dari besi hingga emas berlian, diasosiasikan masyarakat sebagai sindiran terhadap kegiatan ibu Negara Tien Soeharto yang bergerak aktif dalam berbagai bidang.

Bukan saja kepentingan politik dan ekonomi ternyata Barat memanfaatkan untuk kepentingan pengembangan agama Kristen. Bantuan Barat mencurah ke Indonesia melalui Majlis Wali Gereja Indonesia yang beraliran Katholik ataupun Dewan Gereja Indonesia yang beraliran Protestan. Soeharto yang isterinya berlatar belakang pemeluk Katholik menyambut baik segala bantuan Kristen yang dilakukan selaras dengan program pemerintah dalam pembasmian kemiskinan, pembatasan kelahiran (Keluarga Berencana). Kristen dianggap menjadi rekan pemerintah dalam akselerasi pembangunan Indonesia.

Pemerintahan Soeharto bergeser daripada kecenderungan kepada Islam yang sama-sama menumpas Komunis kepada Kristen dengan alasan demi kepentingan pembangunan, yang diperkuat dengan pengangkatan jenderal Panggabean, Sudomo dan Beni Murdani secara berturut-turut menjadi menteri Pertahanan RI.  Akibatnya Kristen semakin merajalela. Dewan Gereja Indonesia dalam persidangannya pada tahun 1968, telah membuat perencanaan dengan target 50 tahun Kristenisasi Indonesia dan 25 tahun Kristenisasi Pulau Jawa.

Bermula dengan pembagian sembako digereja-gereja, kemudian lawatan kerumah-rumah sakit, rumah yatim atau rumah miskin menunjukan simpati atas nama Yesus Kristus. Pengangkatan  anak,  atau berpura-pura masuk Islam untuk menikahi gadis Muslim, hingga pembaptisan paksa kepada karyawan yang akan bekerja di Rumah Sakit Kristen dan yang paling radikal adalah peristiwa pembantaian pengunjuk rasa di Tanjung Priuk.

Timbulnya Komando Jihad (Komji) adalah reaksi terhadap pembangunan rumah sakit dan gereja Immanuel dikota Padang dan mensyaratkan pembaptisan kepada calon pegawai rumah sakit dan gereja di rumah sakit itu yang menimbulkan kemarahan pemuda dan pelajar Islam yang bermula dengan unjuk rasa secara aman oleh ormas-ormas Islam dan disusuli oleh pemuda-pemuda militant yang melakukan pemboman digereja, masjid dan tempat maksiat . Dengan tujuan untuk lebih memanaskan situasi.Setelah pelaku ditangkap, mereka mengakui ada kaitan dengan Gaos Taufiq seorang bekas pimpinan Darul Islam.

Peristiwa pembantaian Tanjung Priuk,  adalah resiko protes terhadap kejadian disebuah  masjid di Tanjung Priuk. Peristiwa itu terjadi karena adanya pancingan dua orang berseragam tentara memasuki masjid tanpa membuka sepatu, menyobek dan mencurahkan air comberan keatas pamplet-pamplet diserambi masjid. Salah seorang pengurus masjid yang kebetulan sedang mengerjakan solat di masjid itu tersentak bangun dan menegur perbuatan biadab itu. Tetapi dengan marah sipelaku menendang pengurus masjid itu sehingga terpelanting kediding tembok.

Pengurus masjid tersebut kemudian berteriak minta tolong masyarakat untuk menangkap pelaku. Tetapi dia dapat meloloskan diri dengan meninggalkan sepeda motornya. Kemarahan masyarakat menjadikan sepeda motor pelaku menjadi sasarannya dengan membakarnya. Beberapa orang ahli Masjid itu malah ditangkap Koramil. Masyarakat mengadu kepada salah seorang aktifis pergerakan Islam yang bernama Amir Biki akan kejadian itu. Amir segera menghubungi ormas-ormas Islam. Mereka memutuskan untuk memprotes kejadian itu dengan mengadakan unjuk rasa ditempat pengurus masjid itu ditahan. Unjuk rasa terjadi dijalanan dengan mengadakan orasi oleh beberapa tokoh ormas.

Unjuk rasa dihadapi denngan angkatan perang yang berkendaraan tank baja dan bersenjata otomatik mengurung dan menembaki pengunjuk rasa dengan peluru hidup sehingga bergelimpangan korban yang mati dan luka-luka. Ternyata tentara sudah siap dengan truk-truk pengangkut dan penyodok korban dan entah dibuang kemana. Setelah itu pemadam kebakaran sudah siap dengan blanwirnya menyiram jalan yang dibanjiri darah. Peristiwa ini diceritakan oleh saksi mata yang terlepas dari kepungan. 

Tindakan pihak Kristen terjadi di pulau Ambon, peristiwa berdarah yang besar itu terjadi karena adanya usaha Republik Maluku Selatan untuk kembali muncul .Latar belakangnya adalah merupakan usaha peninggalan Belanda. Belanda berhasil mengkristenkan beberapa suku bangsa di Indonesia, yaitu suku Batak di Sumatera Utara, suku Menado di Sulawesi Utara dan suku Ambon di MalukuSelatan.

 Belanda menginginkan agar wilayah yang diduduki penganut Kristen mempunyai otonomi penuh dalam sebuah Negara berbentuk federasi. Untuk tujuan itu Republik Maluku Selatan, yaitu Negara boneka Belanda yang dibentuk dimasa pendudukan Belanda telah membuat percobaan untuk menghidupkan kembali RMS pada tahun 90 an, dengan mengibarkan bendera RMS, kemudian  menimbulkan pertentangan suku, pertentangan massa, provokasi kapal selam Amerika dan Australia yang mundar mandir dan memantau diperairan Maluku.

Pengibaran bendera RMS rupanya memberi isyarat bahwa RMS masih aktif. Strategi mereka untuk mendapat dukungan masyarakat Maluku dengan meniupkan issue rasis, anatara masyarakat Bugis, beragama Islam  yang menguasai perdagangan di pasar Batu Merah sebagai pendatang dengan masyarakat Maluku asli, provokasi dibuat sehingga masyarakat Maluku menyerang pasar tersebut mengusir suku Bugis dan membakar tempat perdagangan mereka.

Taktik kedua melepaskan seekor babi diperkampungan Muslimin yang berhasil dibunuh penduduk yang mencetuskan peperangan anatara kampung yang beragama Islam dan tetangganya yang beragama Kristen. Dengan taktik begitulah tercetus peperangan rakyat diseluruh Pulau Ambon. Penduduk Ambon mayoritas beragama Kristen Panglima KODAM Maluku waktu itu, Theo Syafi’i juga beragama Kristen yang cenderung berpihak kepada masyarakat Kristen.

Masyarakat Islam yang bilangannya sedikit tidak mampu mempertahankan kampung masing-masing mereka berhimpun di Masjid Al Falah kota Ambon. Orang-orang Bugis yang diusir waktu penyerangan pasar, mereka  pulang kampung mengantar anak isteri mereka, namun para suami dan pemuda-pemuda remaja datang kembali ke Ambon untuk mengadakan perlawanan terhadap agresi kaum Kristen.

Pemuda-pemuda Bugis  yang datang membawa kawan-kawan dari berbagai daerah, juga ada diantaranya yang pernah berlatih ketentaraan di Afghanistan dan terlibat dalam jihad Afghan, mereka mempunyai pengalaman dan ilmu peperangan giat melatih penduduk untuk mempertahankan diri. Jafar Umar Talib adalah diantara tokoh pemuda yang paling menonjol menggerakkan pemuda dari seluruh Indonesia dan memobilisasi dana bantuan peduli Ambon.Usaha mereka tidak sia-sia, dengan pertolongan Allah selamatlah rakyat Islam Maluku dari kehancuran total.

Daud Beureu-eh pernah mengirim surat kepada presiden Soeharto dengan tujuan memberi  peringatan agar bersikap adil terhadap rakyat beragama Islam. Dengan katanya, Soekarno menjadikan kaum Komunis sebagai kawan akrab, Komunis makin membesar dan menerkam Soekarno. Jika Soeharto juga berkawan dengan Kristen, maka Kristen akan makin besar dan bisa menerkam Soeharto. Apa yang diingatkan pejuang Islam Aceh itu menjadi kenyataan kalau Soekarno jatuh karena G30S PKI, maka Soeharto juga jatuh karena boikot Barat (IGGI),sebab Barat tidak suka sikap Soeharto menggunakan kekerasan dalam mematahkan gerakan pemisahan Timor Timur yang mayoritas Kristen.

5. Timbulnya Gerakan Pembaharuan Islam.

Gerakan pembaharuan Islam telah berkembang di negara-negara Arab yang dipelopori oleh Ibnu Taimiyah dan Muhammad Bin Abdul Wahab. Gerakan ini bertujuan untuk membawa ummat Islam kepada pemikiran ulama terdahulu (salaf) yang mempelajari Islam dari sumber asalnya yaitu Al Qur-an dan As Sunnah dan membersihkan ummat Islam dari kepercayaan khurafat dan amalan yang diada-adakan (bid’ah ) didalam ibadat.

Penyebarannya di Indonesia dipelopori oleh Haji Ahmad Soerkati dan Haji Muhammad Zamzam. Organisasi yang aktif dalam pembaharuan Islam adalah Muhammadiyah, Persatuan Islam dan Al Irsyad yang terakhir ini dianggotai oleh keturunan Arab.

Ahmad DahlanDidalam Anggaran Dasarnya Muhammadiyah bertujuan untuk memperjuangkan Islam “sebenarnya”, berlandaskan Al Qur-an dan As Sunnah, melaksanakan amar ma’ruf dan nahil mungkar, dengan peranan:

  1. Membersihkan aqidah dari unsur syirik, khurafat dan tahayul
  2. Membersihkan ibadat dari unsur bid’ah
  3. Memperbaiki menjalankan system pendidikan
  4. Menangani masalah sosial, ekonomi dan kesehatan.
  5. Sebagai organisasi  dakwah, Muhammadiyah mengambil peranan sebagai badan dakwah murni, membersihkan diri dari penglibatan politik praktis.

KH Ahmad Dahlan seorang pendiri Muhammadiyah banyak menekankan dalam pengkaderannya kepada masalah-masalah social yang dilandasi oleh surah Al Ma’un. Baginya permasalahan ummat Islam harus dibenahi dari bawah, dari masalah aqidah, ibadat dan kesejahteraan ummat. Kisahnya gerakan Muhammadiyah berasal dari sebuah pengajian KH Ahmad Dahlan yang mengulang-ulang pelajarannya dari surah Al Ma’un. Bila ditanya oleh pengikutnya, beliau menjelaskan bahwa beliau menginginkan mustami’ faham kandungan surah itu dan menjadikannya sebagai gagasan perjuangan.

Surah Al Ma’un mengingatkan tentang pendustaan agama karena sikap membiarkan anak Yatim dan fakir miskin dengan mengaitkan kelalaian mendirikan solat karena riya dan melarang tolong menolong. Maka Muhammadiyah berkembang menjadi organisasi yang mengutamakan pendidikan dan kesejahteraan social. Muhammadiyah berhasil membangun sekolah disetiap daerah, membangun klinik perobatan, rumah yatim, rumah miskin,rumah jompo dan Rumah Sakit Islam.

Pada awalnya orang-orang Muhammadiyah secara individu menyalurkan aspirasi politiknya didalam SI, tetapi bila SI mengambil sikap Hijrah, Muhammadiyah mengambil jalan parlemen dengan mendirikan Partai Islam Indonesia (PII), yang didirikan oleh IR Soekiman. Menjelang kemerdekaan RI, Muhammadiyah menjadi pendukung  utama MASYUMI dan terus bergerak didalam MASYUMI sehingga partai itu menjadi partai terlarang.

 Orang-orang Muhammadiyah dan Persis yang mendominasi MASYUMI yang merupakan         

 golongan moderat dalam politik, mereka pada umumnya mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi dan merupakan tenaga professional.Tokoh-tokoh Masyumi berhasil kepuncak kekuasaan politik dengan terpilihnya Soekiman, Burhanuddin Harahap dan Muhammad Natsir sempat menjadi Perdana Mentri RIS. Orang-orang Masyumi sangat jujur dalam demokrasi dan menjalankan amanah. Sebagai pemimpin partai politik Islam dinegara yang 90% beragama Islam yang didorong dengan semangat, kepintaran dan keberanian sewajarnya Masyumi dapat memimpin bangsa.

 Prof DR Hamka dari Muhammadiyah walaupun tidak mengalami jenjang pendidikan yang formal tetapi keilmuannya sangat menonjol sebagai penulis Sejarah Islam , Tasauf Modern dan Tafsir Al Azhar, Begitu juga Muhammad Natsir sebagai pengikut Hassan Bandung dapat menjulang gerakan Islam keperingkat Dunia sehingga terpilihnya beliau sebagai Ketua Rabithah Alam Islami. Tokoh-tokoh Masyumi yang lain pada umumnya memiliki gelaran kesarjanaan yang jarang didapati pada zaman itu.

A Hassan adalah seorang yang berketurunan India, beliau berasal dari Singapura dan

penghijrahannya ke Bandung mempunyai karir sebagai wartawan. Sebenarnya beliau

seorang ulama yang mengarang berbagai kitab agama diantaranya kitab Tasrif (Ilmu Saraf),

Kitab Solat, Kitab Soal Jawab dan Tafsir Al Furqon.

Beliau menumpukan usahanya dalam bidang dakwah sunnah. Dasar keyakinan beliau adalah bahwa, Rasulullah SAW meninggalakan 2 perkara, barang siapa yang berpegang teguh kepada keduanya maka tidak akan sesat untuk selama-lamanya, yaitu Al Qur-an dan sunnah Rasulullah. (Al Hadis). dan juga Hadis yang menyatakan : “Sesungguhnya sebenar-benarnya perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW dan seburuk-buruk urusan adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan adalah  didalam neraka.

Kaidah fiqihnya ialah,  dalam hal agama, yaitu yang menyangkut kepercayaan dan peribadatan khususi harus ada dalil yang jelas dari Al Qur-an ataupun Al hadis. Kalau ada kepercayaan yang tidak ada dalil maka kepercayaan itu adalah khurafat atau takhayul seperti mempercayai ruh yang masih gentayangan dan akan datang setiap menjelang hari raya mulai tanggal selikur  adalah khurafat dan amalan majlis tahlil hari pertama, ketujuh, ke 40, ke 100 dan ke 1000 adalah amalan bid’ah.

Sebagai pengikut Muhammad Bin Abdul Wahab, beliau melihat ummat Islam telah banyak menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya yang berdasar Al Qur-an dan Al Hadis. Dari segi Aqidah yang benar ialah berdasar kepada Al Asmaul Husna, karena ia berdalil. Adapun aqidah sifat 20 tidak berdalil, maka tidak bisa dijadikan pegangan secara mutlak. merayakan maulud Nabi Muhammad SAW, memukul beduk, Adzan awal pada hari Jum’at, membaca ushalli, membaca qunut solat Subuh, semua dianggap bid’ah karena merupakan amalan yang berkaitan ibadah yang tidak diamalkan dizaman Rasulullah.

6. Bangkitnya Ulama ahlu sunnah wal jama’ah Nahdhatul Ulama ( NU).
kh-hasyim asari
 NU adalah organisasi massa yang didirikan untuk mempertahankan pemahaman agama yang konservatif yang telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Nusantara. Nahdhatul Ulama yang bermakna Kebangkitan Ulama untuk mempertahankan keyakinan dan amalan  yang disandarkan dengan “aqidah Ahlus sunnah wal jama’ah terutama berpegang dengan madzhab Syafi’i”dalam hukum Fiqih dan Abu Hasan “As’ari dan Abu Mansur Al Maturidi dalam segi aqidah dari segi tasauf merujuk kepoada Imam Gazali dan Abdul Qadir Jaelani.

Diantara peranan Nahdhatul Ulama ialah:

  1. Menjadi pelindung terhadap aliran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah terutama (madzhab Syafi’i) yang menjadi pegangan mayoritas masyarakat
  2. Mempertahankan system pendidikan pondok dengan segala atributnya
  3. Mempertahankan tradisi masyarakat Islam dan mengawal terhadap segala jenis pembaharuan
  4. Berpegang kepada Khittah 1926, sebagai organisasi non politik, membebaskan diri dari penglibatan politik praktis dan bersikap (sederhana)logo_NU_BWH

Dalam Prinsip kesederhanaan Nahdhatul Ulama berlaku didalam segala bentuknya, karena peranannya untuk membina dan mempertahankan kehidupan beragama secara tradisional. Gerakannya tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat. Kepimpinan ulama menjadi tonggak jama’ahnya. Kepercayaan kepada kepimpinan ulama menyebabkan persatuan ummatnya dapat dipertahankan. Rasa cinta dan hormat kepada guru telah menjadi tabi’atnya.

Pendidikan dan pengaja1ran yang formal dilaksanakan dalam bentuk Pondok Pesantren. Asrama (pondok) pada umumnya masih dalam bentuk sederhana yang dapat dijadikan untuk sekadar istirahat dan melelapkan mata, makanan dimasak sendiri berbentuk nasi liwet dan lauk atau sayuran alakadarnya. Kesederhanaan(zuhud) dan kesusilaan (akhlak)sangat diutamakan, berpakaian koko, berkain sarung dan berkopiah adalah pakaian harian. Pelajaran disampaikan dalam bentuk halaqoh dengan bersumberkan kitab-kitab kuning yang dikarang dan dirumuskan oleh para ulama sejak ratusan tahun.

Penyebaran Islam sejak wali songo dilakukan dengan sangat luwes, tanpa kekerasan. Para wali lebih menitik beratkan keteladanan dan menggunakan berbagai media tradisional masyarakat sebagai media dakwahnya. Hiburan adalah bentuk kegiatan masyarakat yang paling diminati, maka para wali menggunakan media hiburan sebagai media dakwah. Pementasan wayang adalah yang paling populer didalam masyarakat, sumber ceritanya yang asli adalah dari kitab suci Hindu, telah disadur dengan warna keislaman. Seorang wali yang dakwahnya menggunakan alat musik bonang, sejenis drum untuk menjadi daya penarik agar masyarakat berkumpul, beliau digelar masyarakat sebagai Sunan Bonang.

Diantara para wali ada yang mengutamakan ilmu hikmah, beliau dikenal dengan nama syekh Siti Jenar. Beliau telah dihukum bunuh oleh ketuanya sendiri, beliau telah dianggap musyrik karena berpendirian Allah boleh menyatu dalam diri seseorang. Walaupun beliau. Telah meninggal dunia pengikutnya makin banyak dan berkembang menjadi aliran kebatinan atau biasa dikenal dengan Kejawen, di Jawa Barat dikenal dengan Sunda Wiwitan. Mereka mengaku Islam tetapi tidak mengamalkan syari’at Islam. Keislaman demikian biasa dipanggil Islam abangan.

Penjajahan Belanda menambah parah karena penjajah menghalang pemahaman Islam yang benar dan mendalam dengan berbagai peraturan seperti pelarangan penerjemahan Al Qur an dan hanya mengizinkan pelajaran fardu ‘ain, dengan tujuan untuk melestarikan penjajahan di Indonesia. Belanda sengaja mengirim orientalis seperti DR Snouk Hour Gronje ke Mekah untuk mempelajari Islam dan menjadi penasihat pemerintah Hindia Belanda, demi menghalang kebangkitan Ummat Islam.

Peranan pondok Pesantren sebagai kubu kuat ummat Islam tidak diragukan lagi. Di Berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur pondok pesantren mendominasi system pendidikan. Proses pendidikan  yang diagendakan oleh pemerintah Belanda dan juga pemerintahan Indonesia merdeka melalui sekolah – sekolah negeri tidak berhasil menyentuh mereka. Dalam sekala tradisional pondok pesantren sangat besar jasanya bagi ummat Islam, disebabkan jutaan remaja telah dididik untuk memahami agama, mencintai agama, terpelihara dari gejala sosial yang mengancam remaja zaman ini

Kecenderungan kepada aliran sufi dan sebagai akibat penjajahan, menjadikan pondok Pesantren, masih bertahan dengan system tradisionalnya tidak diberikan mata pelajaran pengetahuan umum, diantaranya mempunyai sikap tabu terhadap pengetahuan umum, sebagai ilmu kafir atau sekuler. Akibatnya jarang sekali lulusan pondok yang tampil sebagai pemimpin masyarakat, meningkatkan kemajuan ekonomi, teknologi dan mereka juga tidak mampu bersaing dalam arena perjuangan politik di Indonesia. Peranan yang menonjol dari tamatan pondok adalah sebagai pemimpin keagamaan dan juru dakwah.

Tetapi  ada diantara system pendidikan pondok sudah berubah menjadi system madrasah dan melaksanakan kurikulum terpadu kementrian Pendidikan dan Kementrian Agama untuk melayakkan mereka melanjutkan pelajaran keperingkat Universitas, terutama UIN. Pelopor pemodernan system pondok dilakukan oleh Pondok Modern, Gontor, Ponorogo Jawa Timur. Pondok itu menonjol dalam penguasaan Bahasa Arab. Kelulusan gontor terkenal di Timur Tengah karena mereka tidak memerlukan kursus Bahasa Arab lagi sebagai persiapan mengikuti kuliyah disana.

Ummat Islam Indonesia sebagai penganut Ahlu sunnah waljamaah sebenarnya terbuka luas untuk membuat anjakan system pendidikannya dengan membuat sekolah-sekolah terpadu dan simultan dari mula pra sekolah, sekolah dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Al Qur an dan As Sunnah memberi motivasi untuk penggalian ilmu pengetahuan sampai merentasi langit, Begitu juga dengan  ijma’ ulama dan kias adalah keterbukaan untuk mendudukan hukum tentang masalah yang tidak diatur oleh Al Qur an dan As Sunnah.

 

 III. Pemasaalahan yang membelenggu gerakan Islam iklan.

Masalah perbedaan ijtihad dari segi keutamaan (Aulawiyat) dalam menentukan strategi perjuangan antara keperluan pembaharuan atau keperluan politik kekuasaan. Demikian juga diantara sikap Hijrah dan politik Parlemen. Ada juga gerakan yang mengutamakan pendidikan , tabligh, dakwah dan menolak politik. Bahkan ada berbagai gerakan yang hanya mengutamakan nama yang ada nas walaupun hakikatnya masih firqoh.

Pemahaman gerakan Islam terhadap Islam boleh diibaratkan sebagai pandangan orang-orang buta terhadap seekor gajah., Seorang buta yang memegang gajah kakinya akan mempunyai gambaran gajah adalah seperti sebatang pohon, bagi yang memegang ekor akan mempunyai gambaran gajah seperti sebuah cemeti, adapun yang memegang telinganya akan menganggap gajah seperti kipas.

Sebagaimana terungkap diatas tadi. Organisasi Massa (ORMAS) seperti Muhammadiyah| PERSIS dengan NU sudah terlibat dalam permasalahan fiqih, selama hampir satu abad lamanya. Berdirinya Muhammadiyah tahun 1912 dan Nahdhatul Ulama 1926 menjadikan sasaran perjuangan masing-masing diantara sesama ummat Islam dan kita gagal didalam menyatukan aspirasi politik Islam didalam MASYUMI dan bahkan bisa dibelah bambu seperti ketika NASAKOM.

 Seluwes-luwesnya Muhammadiyah didalam melaksanakan agenda pembaharuan, ada yang lebih keras, yaitu peranan A Hassan yang membentuk Debating Club Persatuan Islam yang menantang ulama-ulama NU untuk berdebat kapan saja dan dimana saja.

Beliau bersikap demikian karena agendanya pembaruannya“Ar Ruju’ ilal-Quran wasSunnah”, beliau dan para pengikutnya melihat bahwa pembersihan aqidah dari unsur khurafat dan bid’ah adalah keutamaannya.

Terpahat didalam auto biografi Soekarno, bahwa A Hassan  bisa berhubungan dengan luwes, melalui koresponden dengan Soekarno yang telah menjadi agenda kedua-duanya sewaktu Soekarno mendekam didalam penjara Digul, tetapi beliau tiada kompromi masalah bid’ah dan khurafat. Itu adalah sikapnya yang jelas dan ketegasannya didalam melaksanakan agendanya. Sebagai ulama beliau amat paham akan kepentingan ukhuwah Islamiyah dan keperluan daulah Islamiyah , akan tetapi bagi beliau apa artinya semua itu jika aqidahnya tidak beres.

Bagi ahli politik, kekuasaan politik lebih utama. Kekuasaan dapat mempersatukan semua unsur dalam masyarakat. Falsafah sesebuah Negara yang dijadikan landasan hukum positif dapat mencari penyelesaian segala perbedaan dan menumpukan kepada usaha-usaha membina penyatuan pemikiran dan juga pembangunan masyarakat.

Sebuah pemerintahan, atau jama’ah  Islam mempunyai kaidah untuk menyelesaikan perselisihan dan perbedaan pendapat diantara golongan dengan membuat Majlis Tarjih atau Dewan Hisbah untuk menyelesaikan masalah-masalah Hukum. . Demikian juga secara umum, alat kekuasaan Negara dapat menjadi alat pelaksana dasar dan falsafah Negara.

Dalam perkembangan kini ahli politik Nasionalis Sekuler mampu membuat penyelesaian itu dengan slogan  Satu Nusa Satu Bangsa. Dengan kekuasaan ditangan, mereka dapat meminggirkan perbedaan puak, agama dan tuntutan agama dalam bernegara. Sebagai bukti bangsa Indonesia dapat bersatu dalam sebuah Negara yang berdasar Pancasila dan bahkan Nasakom.

Mengapa ummat Islam yang mencapai 90 % di Indonesia tidak mampu menjadikan Islam sebagai dasar persatuan, dengan tujuan agar dapat mengusahakan hak ummat Islam ditanahah air sendiri. Logika ini menjadi pendorong untuk berjuang dalam bidang politik. Orang-orang politik menganggap bahwa demokrasi adalah medan baru (modern)     untuk memperjuangkan hak-hak rakyat , termasuk hak ummat Islam.  Menggunakan hak suara adalah memperkuat barisan Islam, itu adalah jihad, ada   diantaranya berpendirian bahwa medan politik  adalah juga medan dakwah yang strategis.

Para pendukung partai –partai politik berfikir pragmatis, dengan dasar pemikiran bahwa Dunia hari ini berusaha memelihara perdamaian, yang pada dasarnya menghormati hak rakyat untuk bersuara dan membentuk pemerintahan, tanpa harus melakukan kekerasan.

Berlainan dengan gerakan Darul Islam memiliki sejarah furqan dengan RI, karena pegangannya mengikuti manhaj perjuangan Rasulullah dengan marhalahnya:
1. Penyemaian Iman di Mekah,
2. Berhijrah ke Madinah untuk mendaulatkan Islam dan
3. Berjihad untuk mempertahankan kedaulatan Islam yang berpusat di Madinah.

Hijrah bagi mereka berlaku sepanjang zaman, jika ummat Islam telah dianiaya, seperti yang disebutkan didalam Al Qur-an dan dilakukan dizaman Rasulullah SAW. Pernyataan tiada Hijrah setelah Fathu Mekah adalah benar jika Mekah sudah menjadi darul Islam.

Proklamasi Negara Islam Indonesia adalah sebagai titik tolak HIJRAH DAN sikap eksklusifnya . Konsekuensi sebuah proklamasi memang akan membuat garis demarkasi yang jelas anatara pendukung dan penentang dan terjadi pertarungan yang menentukan  kalah menang dalam bentuk revolusi. Darul Islam dalam posisi yang kalah, sebagian besar tokohnya mencoba untuk bangkit kembali, tetapi berakhir didalam penjara. Kini generasi pemula itu sudah hampir habis.

 Pendirian para pelanjut berbeda-beda diantara satu faksi dengan faksi yang lain. Ada faksi yang ingin mempertahankan secara ketat segala Maklumat (peraturan) organisasi yang pernah berlaku dizaman gerilya dahulu, disamping  ada yang menganggap yang harus dipertahankan adalah essensi (Tujuan), bukan substansi (wadah). Dan ada yang bergerak menjadi sebuah ORMAS&LSM dan bergabung didalam Majlis Mujhahidin dan ada juga yang bergabung dan memimpin berbagai partai Politik, bahkan ada yang dipengaruhi dengan ajaran ingkar sunnah dan meninggalkan solat lima waktu. Dalam keadaan dalaman yang porak poranda begitu ditambah lagi faktor luaran dengan adanya isue terorisme, pendekatan militan Negara Islam Indonesia itu akan semakin sempit.

 Isue terorisme yang dicetuskan melalui konspirasi Yahudi dengan pemerintah Amerika Serikat dan juga NATO, yang menjadi alasan untuk menghancurkan negra-negara Islam telah mencekam gerakan Islam diseluruh dunia. Tetapi angin segar yang tertiup dari Timur Tengah dengan kebangkitan rakyat menentang para diktator merangsang kekuatan baru bagi gerakan Islam diseluruh dunia, ternyata tidak mampu dibendung pihak barat. Reformasi di Indonesia telah mendahului semua itu, tetapi pengisian selanjutnya bergantung kepada kerjasama dan kesepahaman diantara gerakan Islam di Indonesia.

Timbulnya Jama’ah Islamiyah (JI) dan juga pemahaman Salafi Jihadi adalah dari dari kumpulan Salafi yang pada umumnya berasal dari ormas Al Irsyad, seperti Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’sir. Mereka pernah bergabung dengan Darul Islam tetapi tidak pernah menyatu lahir batin, alasan mereka Darul Islam tidak bersih aqidahnya. Setelah mereka berhubungan dengan kumpulan Usamah Bin Laden, mereka lebih sesuai berhubung dengan kelompok itu.

Gerakan militan sangat diwaspai Barat. Barat terutamanya Amerika membantu mujahidin Afghan memerangi Komunis, tetapi kebangkitan militan Islam tidak disukai Amerika. Amerika mengangkat Al Qaida sebagai teroris adalah satu strategi untuk menghancurkan semangat kebangkitan Islam tersebut. Peristiwa pemboman WTC dan Pentagon juga Hotel di Bali, Indonesia bukan rahasia lagi adalah konspirasi Yahudi dan Amerika untuk memburukkan wajah Islam, selanjutnya untuk dijadikan alasan menyerang Afghanistan dan Iraq. Al Qaida dan JI memang terperangkap dalam strategi itu, mereka sebenarnya tidak mampu membuat kemusnahan sebesar itu, tetapi mereka ada bukti keterlibatan yang bisa jadi alasan untuk dijadikan kambing hitam.

Pengaruh lain yang mewarnai gerkan Islam di Indonesia ialah pengaruh revolusi Iran yang dilandasi aliran Syiah telah merembes juga ke Indonesia. Faktor yang mungkin menjadi penyebab tersebarnya Syiah adalah anggapan bahwa keberhasilan revolusi Iran karena beraliran Syiah. Selain itu memang Iran membuka hubungan yang luas dan membiayai penyebaran Syiah diluar Iran. Iran dengan mengatas namakan Islam telah tampil menjadi kekuatan yang konfrontasi dengan Barat. Keberhasilan Hizbullah di Libanon mematahkan serangan Israil menambah keyakinan mungkin kebangkitan Islam akan dipelopori oleh kaum Syiah.

Begitu juga peranan Turki dalam usaha memberi bantuan kemanusiaan kepada Palestin dan kebijaksanaan para pemimpin Islam Turki untuk mengembalikan martabat Islam ditanah airnya memberi angin baru kepada ummat Islam Indonesia bahwa,sebenarnya kaum Sunnah juga masih mempunyai kemampuan untuk berperanan dalam mengangkat martabat Islam.

Gerakan Ikhwanul Muslimin yang menyebar keseluruh dunia juga membawa harapan baru untuk Indonesia. Reformasi di Indonesia yang kemudian dicontohi di Tunisia, Mesir dan Negara Arab lainnya menampilkan peranan Ikhwanul Muslimin secara langsung dan tidak langsung. Demikian juga munculnya Hijbu Tahrir yang sangat prihatin terhadap kekosongan khalifah Islam menjadi pecahan Ikhwanul Muslimin menambah semaraknya gerakan Islam.

Yayasan-yayasan Islam yang aktif didalam pendidikan, dakwah,  dan juga kaum tasauf yang seluruh perhatiannya tertumpu dalam kegiatannya, diantaranya ada yang mengambil sikap uzlah, menjauhkan diri dari hiruk pikuk kesibukan dunia dan kecewa dengan perilaku para pemimpin juga merupakan bagian dari masyarakat Islam yang berdo’a untuk kebaikan Islam. Imam Gazali pernah meninggalkan dakwahnya dimasyarakat karena tekanan politik, tetapi beliau kembali ke masyarakat dan membina madrasah (Institut) Gazaliah, yang diikuti oleh sekh Abdul Qadir Jaelani dengan membina madrasah (Institut) Qadiriah, yang melahirkan pahlawan-pahlawan tasauf seperti Sultan Nuruddin Zinki dan sultan Salahuddin Al Ayubi.

 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang dipelopori Ir Habibi dan Yayasan Habibi yang memberi beasiswa terhadap pelajar cemerlang untuk melanjutkan pelajaran ketingkat universitas adalah satu anjakan dalam bidang pendidikan dan merupakan keprihatinan manusia cemerlang tersebut kepada anak bangsanya. Demikianlah juga usaha Institut Study Pemikiran Islam ….. (INSIST) dan Institut Pemikiran Islam dan pembangunan Insan (PIMPIN) yang prihatin dengan serangan pemikiran pluralism agama dan Islam liberal yang disebabkan adanya kekeliruan dan kecelaruan pemikiran ummat masa kini, adalah  merupakan gerakan pemikiran diharapkan dapat membina kesadaran akan keperluan ilmu yang akan melandasi kebangkitan Islam.

           1. Keperluan Pembangunan Ummat.
bersatu
Selain itu keperluan penggalian ilmu secara terpadu seperti yang disebutkan diatas, bertujuan  agar dapat menghasilkan ulama cendekiawan untuk memenuhi tuntutan zaman perlu diagendakan oleh para ilmuwan hari ini. Institusi pendidikan terpadu perlu melingkupi bidang-bidang sains dan teknologi yang dapat menyalurkan tenaga kerja Muslimin dan juga meningkatkan martabat Muslimin yang soleh dan berkemahiran atau kepakaran tinggi.

keseluruhan kepincangan masih dirasakan berlaku, dari segi konsep dan karena kurang effektifnya system pendidikan yang ada. Pendidikan Islam perlu diselaraskan dengan keluasan dan kesempurnaan ajaran Islam yang merangkumi tugas manusia selaku hamba dan khalifah Allah dibumi. Dizaman kegemilangan Islam, seorang ulama juga mempunyai kemampuan penyelidikan didalam berbagai bidang ilmu pengetahuan(sains), matematik, ilmu alam, ilmu kedokteran, ilmu teknik, ilmu social dan falsafah.

Tantangan bagi para pemikir pendidikan Islam terutama dari kalangan ulama NU agar bisa menciptakan system dan kurikulum yang tepat untuk melahirkan ulama intelek Muslim dalam sebuah institusi pendidikan dengan tujuan untuk mengembalikan kegemilangan Islam seperti dimasa silam.Sistem pendidikan terpadu bukan sekadar memasukkan kurikulum sekolah Umum dibawah Kementrian Pelajaran dengan kurikulum madrasah dibawah Kementrian Agama yang tidak sehaluan. Pendidikan Islam terpadu harus merupakan kurikukulum yang padat ringkas dan merupakan jalinan mengislamkan ilmu dan mengilmukan Islam.

Contoh mengilmukan Islam ialah penggalian dan penyelidikan secara ilmiyah terhadap isyarat (perintah)untuk berpikir, seperti terdapatnya ayat- ayat yang menyuruh berpikir (tafakkur) dalam surah Al Ghasiyah tentang penciptaan unta, dapat menghasilkan ilmu Biologi. Langit bagaimana ditinggikan, dapat menghasilkan ilmu Falak. Gunung bagaimana ditancapkan, dapat menghasilkan ilmu Geologi dan bumi bagaimana dihamparkan, dapat menhasilkan ilmu Bumi, disamping tujuan utama tafakkur ialah untuk mengukuhkan iman.

Dalam bidang ekonomi yang kurang menarik perhatian sebagian besar ummat Islam mengakibatkan ummat Islam menjadi sangat lemah atau miskin. Pembangunan sarana Islam yang hanya mengharap sedekah dengan mengedarkan kencleng di masjid-masjid ketika solat Jum’at atau pengajian atau kadang mencegat lalu lintas tidak akan dapat menjadi sarana kebangkitan Islam yang memerlukan dana yang sangat besar.

Kekuatan wakaf memang telah menjamin kelangsungan institute pendidikan seperti Al Azhar di Mesir atau pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Wakaf merupakan sumber dana pembangunan ummat yang sangat besar, oleh karena itu perlu usaha yang bersungguh-sungguh untuk menyadarkan masyarakat Islam untuk wakaf atau amal jariah. Motivasi Rasulullah saw tentang sodaqoh jariah begitu jelas sebagai amal yang mengalir setelah kematian dan simpanan yang terjamin untuk bekal diakhirat, sementara apa yang dimakan dan ditinggalkan belum tentu jadi amal. waris .  

Selain itu para ekonom Islam perlu dilahirkan untuk mencipta Badan Usaha secara professional. Jika Ummat Islam mampu menunaikan Ibadat Haji setiap tahun dengan kuota 250.000 orang kali Rp50 juta, maka akan berjumlah Rp12,5 Trilyun. Kalau ada badan keuangan Islam yang profesional dana sebesar itu setiap tahun dapat diolah sebelum sampai giliran menunaikan haji akan dapat mewujudkan dana ummat  yang sangat besar.

Dalam hal ini perintisan yang dijalankan oleh Al Ma’sum yang bergiat aktif dalam bidang pendidikan dan ekonomi perlu menjadi bahan penyeledikan untuk sebagai model dalam menciptakan badan usaha yang lebih besar. Bidang ekonomi adalah sangat penting, oleh karenanya biarlah para santri yang berbakat dan berminat dalam ekonomi mendapat saluran yang sewajarnya.

Itulah permasalahan ummat Islam yang mendasar yang akan selalu membebankan pemikiran dan langkah ummat Islam, sehingga ummat  pesimis melaksanakan agenda bersama ummat Islam untuk bersatu dan menegakkan Islam dan juga menghadapi persaingan dari lawan-lawan politik Islam. Fakta ini kita saksikan dalam sejarah pergerakan ummat Islam.

         2.Menuju Persatuan Ummat Islam
islam-bersatu
Kesadaran ummat Islam perlu dibina bahwa menurut ajaran Islam yang  digariskan didalam Al Qur-an bahwa ukhuwwah itu wajib, persatuan itu wajib, menegakkan hukum syari’ah itu wajib dan menegakkan khilafah Islam itu wajib. Oleh karena itu Islam harus ditegakkan sehingga ya’luu walaa yu’laa alaih. Sebaliknya perpecahan itu haram, membiarkan  diri kita berada dalam penindasan adalah juga haram dan diancam api neraka, akibatnya terhina di dunia dan diakhirat.

Kesadaran juga perlu dibina bahwa penyebab kehilangan kekuatan ummat Islam adalah bermula dengan kemewahan duniawi, perpecahan dan peperangan dengan kaum salib, penjajahan kaum salib dan penjajahan pemikiran oleh kaum salib dan kini dominasi PBB oleh kaum salib (Barat). Mereka berwaspada menyambut kebangkitan Islam melalui penjajahan politik, ekonomi, teknologi, ketentaraan. Dengan mudah mereka juga menghancurkan Negara-negara Islam untuk kepentingan agama, politik, ekonomi , bahan bakar.

Firman Allah; Ditimpakan atas mereka kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali (jika mereka berpegang) dengan tali Allah dan tali (hubungan) dengan manusia dan mereka itu mendapat kemurkaan dari Allah dan ditimpakan kepada mereka kehinaan. Yang demikian itu disebabkan mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Nabi-Nabi Allah tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (Ali Imran 112). 

Kehinaan sudah menimpa ummat Islam hari ini, usaha yang perlu dilakukan adalah berpegang kepada tali Allahdan hubungan dengan manusia (Ummat) dengan berpegang kepada kesamaan aqidah dan kesetiaan kepada pemimpin. Tentu saja ayat ini harus ditafsirkan oleh ulama dan dibahas oleh ahlu halli wal aqdi dalam muktamar ummat Islam  yang repsesentatif. Tulisan ini untuk mendorong pemikiran lebih lanjut.

Dunia Islam dijajah oleh kaum Nasrani dan dieksploitasi hingga kini, karena khalifah Islam sudah tidak wujud. Khalifah tidak wujud karena perpecahan. Perpecahan wujud karena sifat tamak hubbud dunya wakarahatul maot, sifat tamak wujud karena iman terhakis. Jadilah ummat Islam seperti buih-buih dilautan yang terumbang- ambing oleh tiupan angin dan bercerai berai dengan terjangan ombak (lihat Hadis Nabi).

Marilah kita kembalikan apa-apa yang telah hilang dengan dengan melihat potensi yang ada pada ummat Islam itu sendiri. Apakah tujuan hidup (ideology) sebenarnya yang harus kita perjuangkan?  Dari segi aqidah kita akan memahami peranan dan tugas kita hidup didunia. Kita perlu meneliti tingkat persaudaraan Islam dan komunikasi diantara sesama ummat Islam secara lebih serius untuk membicarakan masalah-masalah ummat Islam . Adakah kita punya agenda untuk mengadakan forum secara kontinu untuk mengadakan studi dan memikirkan strategi perjuangan Islam?

Pada dasarnya gerakan-gerakan Islam masing-masing mempunyai niat baik untuk mempertahankan Islam dan berperan aktif dan cukup komitmen dalam memperjuangkan keyakinan masing-masing, baiklah itu merupakan agenda organisasi masing-masing secara eksklusif, tetapi adakah memadai perjuangan Islam dengan apa yang telah kita agendakan dan adakah terfikir bahwa mungkin orang lain memiliki kelebihan tertentu untuk memperjuangkan Islam.

Kalau memang kita berbesar hati maka alangkah perlunya kita mengadakan forum perbincangan bersama. Kita selalu mengadakan kegiatan kelompok dalam organisasi baik berupa pengajian ataupun musyawarat Apakah kita bisa berkumpul itu membicarakan Islam secara syamil? Jika tidak, maka disinilah kesempatan yang bisa digunakan  syaetan untuk menjadikan kita tetap berpecah belah. Syaetan menghiaskan alas an yang berbagai untuk kita tidak bisa bertemu, sebab peranan  dia memutar belitkan logika kita didalam menguasai nafsu manusia untuk keluar dari dari landasan Islam.

Gerakan Islam tidak ada yang lengkap sempurna dapat memperjuangkan Islam dari segala sisinya., masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya oleh karena itu perlu hidup bekerja-sama. Firman Allah “ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah satu kaum kamu mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi kaum lain itu keadaannya lebih baik dari mereka. Dan janganlah kaum perempuan dengan kaum perempuan yang lain(mengolok-olok, kadangkala perempuan lain itu lebih baik daripada mereka. Dan janganlah kamu saling mencela dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelaran-gelaran yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan fasiq setelah beriman. Barangsiapa tidak bertaubat, maka mereka itu orang-orang yang dholim.( Al Hujurat 11).

         3. Demokrasi Anatara Teori Dan Praktek

Sejarah demokrasi berasal dari Perancis dengan dikumandangkannya Deklaration of Independent yang melahirkan Hak Asasi Manusia (HAM) atau Human Right. Perancis mengembangkan demokrasi dengan revolusi yang hakikatnya bertentangan dengan cara-cara demokrasi itu sendiri, begitu juga di Amerika dan seluruh dunia Negara demokrasi ditegakkan dengan revolusi, beberapa pengecualian dinegara-negara yang mempertahankan institusi raja, seperti Inggris dan Belanda. Perancis berhasil merubah system Raja Absolut kepada system Negara Demokrasi yang memilih seorang Presiden sebagai Kepala Negaranya,dalam sebuah revolusi Prancis.

Demokrasi yang mempunyai arti Kedaulatan Rakyat merupakan satu palsafah yang menolak system Raja Absolut dan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat melalui perwakilan dan permusyawaratan yang diatur dengan undang-undang . 

Menurut teorinya sesebuah negara bergantung kepada suara rakyat untuk menentukan ideology yang menjadi dasar  negara, segala bentuk perundang-undangan dan juga memilih pemerintahan. Demokrasi yang sebenarnya menjamin peralihan kekuasaan secara damai, yaitu melalui Pemilihan Umum, dimana setiap warga Negara mempunyai hak memilih dan dipilih. Hak asasi rakyat dijamin oleh undang-undang untuk mengemukakan pendapat (bersuara), berhimpun (berorganisasi) bahkan mengadakan unjuk rasa secara aman.

Tetapi dalam prakteknya suara rakyat banyak dimanipulasikan oleh aliran ideology tertentu dan segolongan masyarakat (partai) tertentu yang berkuasa. Wujudnya Demokrasi Liberal dan Demokrasi Sosialis dan Demokrasi Terpimpin dizaman Soekarno adalah bentuk-bentuk demokrasi yang didasari oleh ideology atau kekuasaan  tertentu.

Di Amerika kaum Yahudi yang merupakan golongan elit mampu menguasai menguasai keuangan dan melobby dapat menentukan siapa yang akan menjadi presiden AS dan mempengaruhi kebijaksanaannya. Politik uang (sogokan) banyak terjadi di Negara-negara Liberal, adapun Politik Intimidasi banyak dilakukan di negara-negara Sosialis.

Di Indonesia demokrasi telah dikebiri Soekarno dengan Dekrit Presiden, padahal membentuk Dasar Negara adalah hak rakyat sepenuhnya dan Negara tidak akan menjadi huru-hara, jika rakyat justeru diberi kesempatan untuk menggunakan kedaulatan sepenuhnya. Begitulah berlaku diseluruh dunia, jika kekuasaan sudah ditangan berbagai helah akan dilakukan agar kekuasaannya tidak tergugat.

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan setelah Perang Dunia Ke II yang bertujuan untuk memelihara perdamaian Dunia, telah dimanipulasi oleh 5 negara yang mempunyai Hak Veto. Hak Veto hakikatnya merupakan hak mengclaim kekuasaan atas dunia kepada 5 negara tersebut. Dan kini karena keruntuhan Komunisme keseimbangan kekuasaan antara Blok Sosialis dan kapitalis, akibatnya  perdamaian sedunia  menjadi terancam.

Blok Amerika yang dapat sesuka hati melanggar Piagam PBB yang melarang mencampuri urusan negara lain. PBB boleh bersidang mengutuk campur-tangan Negara-negara tertentu, tetapi Amerika akan memveto jika Negara-negara tertentu itu sahabatnya. Negara-negara Islam akan selalu menjadi mangsa kekejaman, kecuali mengikut telunjuk Barat. Seperti yang terjadi di Afghanistan, Iraq dan Palestin.

Kekejaman Israel di Palestin sudah diluar batas kemanusiaan yang dijamin demokrasi. Apa yang terjadi dengan pembunuhan di kam Sabra dan Sathila, dan pemboman atas penduduk sipil dan boikot Barat terhadap kemenangan Hamas adalah bukti keruntuhan demokrasi yang diagung-agungkan Barat itu. Bagi ummat Islam walau masih berpegang kepada Piagam PBB, tetapi akan terus akan menjadi mangsa kekejaman atau menjadi hamba kepada Barat.

Partai-partai politik di Indonesia paling jujur dengan demokrasi, sebaliknya partai Nasionalis dan komunis sebagai lawan politiknya hanya memperalat demokrasi,  mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan. Kejujuran dengan orang-orang culas menyebabkan sijujur hanya menjadi mangsa si Culas. Keadaan ini harus menjadi perhatian gerakan politik Islam untuk tidak hanya menjadi kuda tunggangan. Dimasa lalu terlalu banyak dosa-dosa politik ( menurut istilah Firdaus AN) yang dilakukan tokoh-tokoh Islam .

IV. Keperluan Pemikiran Strategi Ummat Islam.

Zaman Reformasi ini harus diakui telah terjadi perubahan yang radikal . Amin Rais telah memelopori perubahan itu dengan cukup baik, walau tidak tuntas. Keadaan sudah makin buruk, tantangan utama adalah mental para pemimpin yang masih korup. Penyelewengan juga dilakukan oleh para pemimpin dalam lembaga tertinggi negara juga, disamping mental koruptor dikalangan pemerintah sendiri masih tebal dan tindakan hukum masih pilih bulu. Banyak asset Negara yang sangat penting telah dilelang kepada pengusaha asing dan negara asing. Penyalah gunaan kekuasaan masih leluasa dilakukan terutama ditingkat eselon menengah kebawah sehingga berbagai penyelewengan makin menjadi-jadi.

Sebagai suatu analisa tiada salahnya kita melihat kembali perjalanan reformasi dimasa lalu.

Ketika Soeharto mulai goyah kedudukannya setelah IGGI menghentikan bantuannya dan suara reformasi mulai berkumandang, Amin segera menyatakan bahwa dirinya siap menjadi presiden. Dengan ketegasannya itu segera Amin mencuat jadi tokoh reformasi. Selanjutnya Amin telah terpilih menjadi ketua MPR dan berhasil mengamandemen UUD 1945 dan beberapa undang-undang yang menghalang tegaknya demokrasi, seperti pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung dan pembatasan masa jabatannya serta menghilangkan kuota ABRI.

Dalam mengatur strategi juga Amin berhasil membuat Poros Tengah ketika Golkar dengan PDIP bersaing ketat dan berhasil menggugurkan keduanya. Akan tetapi kegagalan kepemimpinan Gusdur, Amin hanya mampu memberi syarat agar Megawati sanggup berkoalisi. Strategi yang agak menarik juga ketika Golkar dan PDIP bergabung membuat Koalisi Kebangsaan yang ditandingi dengan Koalisi Kerakyatan dan dapat mengalahkan Koalisi Kebangsaan. Sayangnya tokoh-tokoh yang Islami belum sepakat  untuk menjadi pilihan Rakyat Indonesia. Sebaliknya hanya mengharapkan kontrak sosial SBY untuk bersikap seksama terhadap ummat Islam.

Mengamati pengaturan strategi diatas, pada kesimpulannya partai Islam mampu menjadi pemain utama dalam percaturan politik di Indonesia dan kekuatan itu patut dipupuk dan dibina sehingga bukan saja sebagai penambah berat timbangan tetapi menjadi kekuatan yang dominan dalam menentukan haluan politik di Indonesia.

Saran untuk memiliki factor dominan, adalah tiada lain perlunya adanya persatuan. Tetapi berdasar kepada kegagalan Masyumi dalam mempersatukan ummat Islam, mungkin perlu dibentuk persatuan yang lebih liberal yaitu federasi, dimana setiap partai masih mempunyai hak otonomi dalam urusan internal partai itu. Kesadaran untuk bersatu mesti menjadi pendorong utama bagi ummat Islam yang sebenarnya seluruh ummat Islam tau kewajiban bersatu yang diperintahkan Allah didalam Al Qur-an :

 “Berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah bersama-sama (berjama’ah) dan janganlah bercerai berai”. (Ali Imran 103).

Orang berjuang dalam gerakan Islam pada dasarnya menginginkan terangkatnya martabat Islam dipersada tanah airnya. Dasar inilah yang perlu dipupuk, diperkukuhkan dalam setiap pengkaderan, karena ia yang akan memberi arti yang sesungguhnya kepada perjuangan Islam. Aqidah dan akhlak Islam akan menjadi benteng utama untuk memelihara dasar keikhlasan tersebut. Perbedaan Fiqih syari’ah yang menjadi dasar perjuangan politik, sebenarnya sangat kecil berbanding fiqih ibadat. Dengan itu dari segi dasar perjuangan sudah sewajarnya ummat Islam bersatu.

Untuk mencegah fitnah (ujian ) dari semangat golongan, maka keadilan dalam memberi quota terhadap golongan juga perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu dari jumlah pendukung partai juga bisa dijadikan ukuran untuk memberikan quota kepada partai itu. Jumlah dukungan bisa dilihat dari hasil pemilu.  Kekuatan suara partai-partai yang berbasis Muslimin mencapai lk 40%. Maka dengan seksama masing-masing  mendapat bagian kursi di DPR atau Kabinet kalau dapat tampil sebagai pemenang Pemilihan Umum (PEMILU).

 Sebagai politikus juga saharusnya paham keperluan persatuan sebagai strategi untuk meraih kemenangan, tetapi ada berbagai perkara yang biasa dijadikan alasan untuk bermufaraqah.

 Oleh karena itu perlu diketahui factor-faktor utama yang bisa dijadikan perekat persatuan, juga factor pemecah persatuan untuk dijadikan dasar pertimbangan.

Keadilan dan keseksamaan dalam memberikan hak dan kewajiban kepada anggota adalah juga faktor yang penting, karena ini yang biasa dijadikan alasan utama untuk berpecah. Adapun dasar-dasar untuk menentukan keadilan adalah pertama melihat keahlian (kepakaran ) masing-masing selain dari dapat mewakili golongannya.. 

Firman Allah:

” Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menyerahkan amanah kepada ahlinya. Dan jika kamu menghukum diantara manusia hendaklah kamu berlaku adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran sebaik-baiknya kepada kamu sekalian dengan itu. Seseungguhnya Allah adalah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”. ( An Nisa 58).

Sabda Rasulullah SAW:” Jika kamu menyerahkan amanah kepada selain ahlinya. maka tunggulah kehancuran”.

Setiap organisasi Islam ada kecenderungan kelebihan dalam bidang masing-masing yang mereka tekuni dengan latar belakang lingkungan dan pendidikan yang berbeda-beda.  Sebagai dasar tasammuh kita boleh memperhatikan Firman Allah: “Katakanlah , “Hai kaumku, beramallah kamu  ditempat  kamu . Sesungguhny aku beramal, maka kelak kamu akan mengetahui. ( Az Zumar 39).

Idea mempersatukan dan kerjasama antara gerakan Islam perlu dikomunikasikan diantara organisasi-organisasi Islam dan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Islam dengan bersungguh-sungguh, karena ini menentukan nasib ummat Islam didunia dan akhirat. Peranan ummat Islam didunia ialah untuk menjadi khalifah (mengurus kehidupan)dibumi dengan menegakkan peraturan Allah adapun kebahagiaan diakhirat bergantung kepada keta’atannya kepada Allah oleh dirinya sendiri dalam segala bidang kehidupan.

Dasar perjuangan Rasulullah adalah furqan, tetapi Rasulullah juga secara rahasia telah menugaskan Al Abbas untuk tetap tinggal di Mekkah dan memegang peranan penting 

dalam kepemimpinan pemerintahan Quraisy. Perlu diingat peranaan diplomasi Al Abbas  inilah yang dapat menundukkan Abu Sufyan tanpa peperangan.

V. Gerakan Islam Internasional

  1. Gerakan Ikhwanul Muslimin sebagai gerakan tarbiyah
  2. Hizbut Tahrir memperjuangkan kekhalifahan
  3. Jama’ah Tabligh mempergiat tabligh ( penyebaran Islam)
  4. Darul Arqam menyongsong kemunculan Imam Mahdi
  5. Syiah peranannya menentang Barat

Ad 1. Ikhwanul Muslimin memperjuangkan persaudaraan Islam sejagat dengan landasan pemahaman Islam yang syumul, melalui program tarbiyah yang tertib yang diharapkan dapat merubah tatanan politik dan kemasyarakatan.

Kelebihan IM karena memiliki system dan methode pengkaderan yang teratur dan ditunjang oleh para pemikir yang genius.

Ad 2. Hijbut Tahrir sangat prihatin terhadap kekosongan kepemimpinan ummat Islam di dunia, yang menjadi puncak segala masalah ummat Islam, sehingga harus dipikirkan jalan pintas untuk mewujudkannya.

Kelebihan HT karena cita-cita besarnya untuk mewujudkan khalifah dibumi.

Ada Tabligh berperanan menyampaikan ajaran Islam secara langsung kepada berbagai sasaran dengan tidak membataskan ruang dan waktu, geografi dan warna kulit.

Kelebihan Tabligh karena merupakan gerakan internasional yang sanggup turba kesegenap pelosok dunia..

Ada Syiah yang dipelopori Iran berada di garis depan dalam penentangan terhadap Barat. Contohi keberaniannya.

        Kelebihan Iran karena sebuah Negara yang mengatasnamakan Islam yang memiliki nuklir.

Kelemahan gerakan Islam karena sikapnya yang eksklusif, merasa benar sendiri, tidak memberi ruang untuk bersatu dan menjalin kerja sama satu sama lain.

VI. Persepsi yang perlu ditumbuhkan diantara ummat Islam.

Visi

Menuju persatuan ummat Islam sejagat  yang berkonsep Khilafah ‘ ala Manhaj Nubuwwah. Untuk menciptakan keadilan yang sejati melalui Syari’at Allah yang sempurna menuju kesejahteraan lahir batin ( Dunia dan Akhirat).

Misi

Firman Allah:”Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu sekalian disisi Allah adalah yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Waspada”.(Al Hujurat 13).

Setiap individu dan organisasi Islam adalah wajib:

  1. Menjalin ukhuwwah Islamiyah, mempererat sillaturrahim diantara sesama Muslim tanpa mengira golongan.
  2. Merasa prihatin terhadap perpecahan ummat Islam, dan penganiyayaan terhadap ummat Islam diseluruh dunia.
  3. Mengadakan pendekatan dan mencari titik temu diantara semua gerakan Islam melalui perbincangan, forum-forum diskusi,seminar dan Muktamar ummat Islam.
  4. Saling menghargai dan menjalin kerjasama berbekal kekuatan dan kelebihan setiap gerakan Islam yang ada.
  5. Saling menegur dan membetulkan kelemahan gerakan Islam dengan penuh hikmah dan dalam suasana ukhuwah.

Slogan

“ Titik temu harus dicari, jurang perbedaan dikecilkan, prinsip bersama diutamakan demi  persatuan menuju kegemilangan Islam”.

Titik temu

  • Pengabdian terhadap Allah dengan ikhlas dan mengisi fungsi khalifah Rasulullah adalah menjadi tujuan orang beriman.

Perbedaan

  • Perbedaan pada dasarnya, adalah perbedaan Fiqih (Pemahaman hukum) yang tidak bisa dihindari sejak 1000 tahun dan Perbedaan pandangan dan kepentingan dalam kepemimpinan (Pemikiran  Bisa Berbeda Tetapi Jangan Berpecah).  

Prinsip bersama

  • Mengisi Kekosongan Khalifah (Peranan Organisasi Islam Sedunia).
  • Menegakkan Syariah
  • Menjalin Ukhuwwah Islamiyah

 

Al-Qolam Concept

About uce

maju terus pantang mundur! aku mah gitu orangnya

2 comments

  1. Excellent post. I used to be checking constantly this eblog annd I am impressed!
    Very helpful info particularly the remaining section 🙂 I deal with
    such information a lot. I used to be seeking this certain info for a
    very lengthy time. Thank you and good luck.

  2. blog yang cukup menarik, dan themes yang sangat seo frendly. salam hangat http://www.marinirseo.web.id Pembicara Internet Marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top